MAKAN SIANG YANG TERTUNDA
“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya”—Matius 24: 14.
Suatu pagi waktu saya duduk di kelas tujuh, saya bangun untuk mencari adik ipar saya yang sibuk menyiapkan makan siang kami. Bahan-bahan yang dia gunakan tidak
diragukan lagi dalam menyiapkan makan siang. Karena pagi itu sebelum berangkat ke sekolah, tidak ada sarapan.
TUGAS YANG DIA BERIKAN KEPADA KITA MASIH BELUM SELESAI.
Ketika saya meninggalkan rumah, saya tidak sabar lagi untuk menikmati makan siang. Sepanjang pagi saya sering lihat ke jam dinding, menghitung mundur sampai waktu makan siang. Namun yang mengecewakan saya, seolah-olah waktu tidak bergerak. Rasanya seperti hari terpanjang yang pernah saya alami.
Setelah apa yang tampaknya berhari-hari dalam menunggu bel akhirnya berbunyi. Sudah waktunya makan siang. Saya segera mengambil buku dan langsung menuju ke pintu ketik guru saya berseru, “Liywalii, duduklah!" Dengan malu-malu saya menurut. Sementara saya mengatasi rasa lapar, guru meraih kotak kapur dan menuju ke papan tulis. Dia menulis lima soal matematika dan berkata, "kerjakan dulu tugas ini dengan benar, sesudah' itu kamu bisa pergi makan siang.” Termotivasi oleh makanan lezat yang menanti, saya segera mengeluarkan buku saya dan berdiri di depan guru dengan buku saya terbuka siap untuk mengerjakan tugas.
Anda bisa bayangkan betapa gembiranya saya saat dia menandai pertanyaan 1-4 benar. Sayangnya, dia memberi tanda silang pada nomor 5. Saya kembali ke papan untuk melakukan koreksi, tetapi saya salah lagi. Hari itu makan siang saya tertunda bukan karena makan siang belum siap, tetapi karena tugas yang diberikan belum selesai.
Panggilan:
Saudara dan saudari, sudah lebih dari 2.000 tahun sejak Yesus menjanjikan kedatangan-Nya kembali. Penundaan itu bukan karena rumah-rumah yang belum siap, tetapi karena tugas yang Dia berikan kepada kita masih belum selesai. Marilah kita bekerja dan memberi untuk mendukung penyebaran Injil sehingga kita bisa pulang dan tidak akan tertunda lagi.

Komentar
Posting Komentar