TELADAN ILAHI

19 APRIL

TELADAN ILAHI

"Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku"—Yohanes 14: 30.

"Suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi," akan segera datang ke atas kita. Dan kita akan memerlukan suatu pengalaman yang sekarang kita tidak miliki, dan yang banyak orang terlalu malas untuk mendapatkannya. Sering penganiayaan lebih besar dalam dugaan daripada kenyataan yang sebenarnya, tetapi tidak demikian dengan krisis yang ada dihadapan kita. Gambaran yang paling jelas tidak dapat menjelaskan betapa hebatnya ujian itu. Rada masa pencobaan itu, setiap jiwa harus berdiri sendiri di hadapan Allah. "Biarpun Nuh, Daniel dan Ayub," berada di negeri itu, "demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Allah, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak laki-laki maupun anak perempuan, melainkan mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka" (Yehezkiel 14: 20).

Sekarang, sementara Imam Besar kita sedang mengadakan pendamaian bagi kita, seharusnyalah kita berusaha menjadi sempurna di dalam Kristus. Sekalipun hanya melalui pikiran kita kepada Juruselamat, kita tidak boleh dipaksa untuk menyerah kepada pencobaan. Setan mencari di dalam hati manusia beberapa tempat di mana ia dapat berpijak, beberapa keinginan-keinginan berdosa dimanjakan oleh mana pencobaan-pencobaannya menunjukkan kuasanya. Tetapi Kristus menyatakan diri-Nya, "Sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku" (Yohanes 14: 30). Satan tidak menemukan sesuatu pada Anak Allah yang menyanggupkannya memperoleh kemenangan, la telah memelihara perintah-perintah Bapa-Nya, dan tidak ada dosa di dalam Dia yang dapat digunakan Satan menjadi keuntungannya. Inilah seharusnya keadaan mereka yang akan berdiri teguh pada waktu kesesakan.

Dalam kehidupan inilah kita harus memisahkan dosa dari kita, melalui iman kepada darah pendamaian Kristus. Juruselamat kita yang mulia mengundang kita untuk menghubungkan diri kita kepada-Nya, menyatukan kelemahan kita dengan kekuatan-Nya, kebodohan kita kepada hikmat-Nya, ketidaklayakan kita kepada jasa-jasa-Nya. Pimpinan dan pemeliharaan Allah adalah sekolah di mana kita mempelajari kelemahlembutan dan kerendahan hati Yesus. Tuhan selalu menempatkan di hadapan kita tujuan-tujuan hidup yang benar, bukan jalan yang akan kita pilih yang tampaknya lebih mudah dan lebih enak kepada kita. Tinggal kepada kita untuk bekerjasama dengan agen-agen yang digunakan-Nya dalam menyesuaikan tabiat kita dengan Teladan Ilahi. Tak seorang pun yang melalaikan atau menunda pekerjaan ini yang dapat terhindar dari bahaya yang paling mengerikan kepada jiwa-jiwa mereka—Kemenangan Akhir, hlm. 526, 527.

Renungkan Lebih Dalam: Dosa kesayangan apa yang harus saya tinggalkan? Bagaimana saya bisa mempertemukan setiap kelemahan di area hidup saya dengan kekuatan yang ditawarkan oleh Yesus?

Komentar