Berita Misi Dewasa - Senar yang Putus


Senar yang Putus

Artur dibaptis di Uzbekistan saat berusia 5 tahun. Namun, dia tidak tahu apa-apa tentang Allah. Tidak ada seorang pun yang membicarakan tentang Allah atau membawanya kembali ke gereja setelah dia dibaptis.

Walaupun dia tidak pernah berpikir tentang Allah, dia mulai mengenakan anting-anting berbentuk salib ketika dia berusia 14 tahun. Dia merasa anting-anting itu membuatnya terlihat menarik.

Kemudian Artur mengatakan kepada ibunya bahwa dia ingin belajar bermain gitar.

Sang ibu langsung membawanya ke toko musik. Hidup Artur tidak memiliki tujuan, dan dia berpikir bahwa dengan gitar mungkin bisa

membuatnya memiliki tujuan. Artur memilih sebuah gitar elektrik berwarna cokelat.

Di rumah, dia mencari cara bermain gitar di YouTube dan mulai mencoba untuk memainkannya. Awalnya tidak mudah. Menekan senar-senar terasa sakit di jari-jarinya. Namun setelah beberapa hari, rasa sakitnya mulai mereda. Namun, musiknya tidak terdengar seperti yang diajarkan oleh guru di YouTube.

Dua pekan setelah membeli gitar itu, ada senar yang putus. Artur tidak tahu bagaimana cara mengganti senar tersebut, jadi dia mencari bantuan secara online. Dia menemukan nomor telepon seseorang bernama Artyom yang menawarkan kursus gitar. Dia pun menelepon.

"Saya perlu mengganti senar," katanya. "Bisakah Anda membantu?"

Artyom memberikan alamat rumahnya kepada Artur.

Alamat itu terdengar tidak asing. Artur bertanya-tanya di mana dia pernah mendengarnya. Lalu kemudian dia teringat.

Ibunya pernah bekerja dengan seorang pria bernama Pasha di alamat itu. Mereka berdua pernah membuat perabotan bersama. Pasha telah meninggal.
"Apa mungkin kamu anaknya Pasha?" Artur bertanya.
"Ya, benar," jawab Artyom.
Keesokan harinya, Artyom mengganti senar gitarnya. Setelah itu, dia bertanya kepada Artur apakah dia bisa memainkan gitar. Artur mencoba menunjukkan apa yang telah dia pelajari di YouTube, tetapi Artyom menghentikannya.
"Hentikan, hentikan!" katanya. "Kamu memainkan akor secara terbalik."
Tiba-tiba, Artur mengerti mengapa musiknya sama sekali tidak terdengar seperti yang dimainkan oleh gurunya di YouTube. Dia belum memainkan gitarnya dengan benar.
Artyom mengajak Artur untuk belajar gitar.
Pada pelajaran pertama, Artyom mengomentari anting-anting berbentuk salib di telinga Artur. "Apakah kamu seorang Kristen?" tanyanya.
Artur menjawab bahwa dia bukan seorang Kristen.
Pada pelajaran kedua, Artyom menyarankan untuk bertemu di waktu berikutnya di sebuah ruangan di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Gereja itu dekat dengan rumah Artur, dan dia setuju.
Ketika Artur belajar bermain gitar, dia mulai menghabiskan waktu bersama Artyom di luar jam pelajaran. Dia mengetahui
bahwa Artyom adalah seorang perintis Misi Global, seorang misionaris yang membagikan Injil kepada orang-orang dalam budayanya sendiri. Dia menerima undangan untuk pergi mendaki gunung bersama Artyom dan umat Advent lainnya. Ketika para pendaki duduk untuk beristirahat, Artur senang mendengarkan mereka menyanyikan lagu-lagu. Artyom ikut bermain gitar.
Pada musim panas itu, Artur pergi ke sebuah retret pemuda Advent di kota lain. Dia terkejut ketika seorang pembicara retret meminta para peserta yang hadir untuk berpasangan dan berdoa.
"Saya seorang ateis," katanya kepada orang pertama yang menawarkan diri untuk berdoa bersamanya.
Orang itu pun pergi.
Artur juga mengatakan kepada orang berikutnya yang datang bahwa dia tidak percaya kepada Tuhan. "Terlebih lagi," tambahnya, "Saya tidak pernah berdoa sebelumnya."
Orang itu tidak pergi. "Kita bisa memperbaiki hal itu," katanya. Dia mengajari Artur berdoa.
Malam itu, Artur berpikir lama tentang apa yang telah terjadi.
Pada hari Sabat, dia kagum melihat seorang pemuda dibaptis di retret.
"Saya dibaptis ketika saya berusia 5 tahun," katanya. "Mengapa orang Advent membaptis orang dewasa?
Dia belajar bahwa umat Advent memahami Alkitab untuk mengajarkan bahwa orang harus cukup umur untuk memahami Alkitab dan komitmen yang mereka buat kepada Tuhan sebelum dibaptis.
Pada hari Sabat berikutnya, Artur pergi ke gereja Advent di dekat rumahnya untuk beribadah pertama kalinya. Pada sore harinya, dia bergabung dengan para anggota gereja untuk membagikan perlengkapan sekolah kepada anak-anak yang membutuhkan. Dia merasakan sukacita baru memenuhi hatinya, dan dia berpikir, "Apa gunanya hidup jika saya tidak menolong orang lain?"
Itu adalah titik balik dalam hidupnya. Dia tidak lagi ingin hidup tanpa tujuan. Dia memutuskan untuk membantu orang lain dan mengenal Tuhan.
Delapan bulan telah berlalu sejak Artur mulai menghadiri gereja secara teratur. Dia telah mempelajari Alkitab, dan dia ingin memberikan hatinya kepada Yesus melalui baptisan.
Dia senang karena senar gitarnya putus.
"Saya percaya kepada Tuhan karena senar gitar yang putus," katanya.
Bagian dari Persembahan Sabat Ketiga Belas triwulan ini akan membantu membuka sekolah dasar Masehi Advent Hari Ketujuh yang pertama di Uzbekistan.
Oleh Andrew McChesney
Tip Cerita
> Tunjukkan lokasi Uzbekistan pada peta. Kemudian tunjukkan Tash-kent, ibu kota Uzbekistan, dan lokasi yang direncanakan untuk membangun sekolah dasar Masehi Advent Hari Ketujuh, sebagai salah satu proyek Persembahan Sabat Ketiga Belas pada triwulan ini.
> Tonton video pendek YouTube tentang Artur: bit.ly/Artur-ESD.
> Unduh foto-foto untuk cerita ini di Facebook bit.ly/fb-mq.
> Bagikan Postingan Misi dan Fakta Singkat dari Divisi Euro-Asia: bit.ly/esd-2024.
> Kisah misi ini mengilustrasikan tujuan rencana strategis Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh “I Will Go”: Tujuan Pertumbuhan Rohani No. 6, "Meningkatkan aksesi, retensi, reklamasi, dan partisipasi anak-anak, remaja, dan dewasa muda"; dan Tujuan Pertumbuhan Rohani No. 7, "Membantu remaja dan dewasa muda untuk mengutamakan Tuhan dan memberikan teladan tentang pandangan dunia yang alkitabiah." Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs web: I WillGo2020.org.
Fakta Singkat
> Uzbekistan adalah salah satu dari negara-negara terkurung daratan di dunia (negara yang terkurung daratan sepenuhnya dikelilingi oleh daratan negara lainnya), yang lainnya adalah Liechtenstein.
> Uzbekistan menambang 80 ton emas setiap tahun.
> Ada banyak biji-bijian yang dibudidayakan Uzbekistan, jadi roti dan mie umum dalam masakan Uzbekistan.
> Kapas Uzbekistan digunakan untuk membuat uang kertas di Korea Selatan.

Komentar