Bacaan Persembahan 9 Maret 2024

9 Maret 2024

.

ALASAN UNTUK HIDUP
Radio Advent Sedunia

"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan  jerih payahmu tidak sia-sia" (1 Korintus 15:58).

Aung Ko mungkin tampak sebagai pemimpin gereja yang tidak biasa. Dia buta sejak kecil, la mengaku sudah beberapa kali mencoba bunuh diri. Namun dia juga menjadi saksi hidup akan kuasa Yesus, kuasa untuk menemukan orang-orang di saat terlemah mereka dan mengangkat mereka keluar dari keputusasaan.

Aung Ko lahir dari keluarga buddhis yang sangat taat. Pada usia tujuh tahun, ia mulai menderita penyakit di salah satu matanya. Terlepas dari kesedihannya, orang tuanya tidak mampu membawanya ke klinik, dan mata lainnya juga terinfeksi. Kondisi Aung Ko semakin memburuk hingga saat remaja, ia menjadi buta total. Setelah kelas tujuh, ia tidak dapat melanjutkan studinya.

Terombang-ambing dan tertekan, Aung Ko hanya melihat kehampaan di hadapannya. Tanpa harapan untuk masa depan, dia berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Seiring waktu, pikiran-pikiran ini menguat, dan harinya tiba ketika dia bertindak berdasarkan keinginannya untuk bebas dari rasa sakit. Tetapi dia gagal dalam usahanya.

Suatu hari, ketika Aung Ko hampir berusia 30 tahun, seorang penginjil Kristen datang ke desanya dan mulai berbicara kepada orang-orang tentang Yesus. Sebagai hasil dari pekabaran pengkhotbah itu, Aung Ko dan keluarganya dibaptis menjadi anggota sebuah gereja Kristen. Karena Aung Ko tidak dapat membaca buku untuk mempelajari lebih lanjut tentang Yesus, dia beralih ke sumber audio untuk mendapatkan informasi. Pencarian itu membawanya ke Adventist World Radio (AWR).

"Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk mulai menyukai program radio," kata Aung Ko. "Hanya radio yang bisa menghibur saya. Saya mencatat jadwal siaran dan mendengarkan radio setiap hari, yang terus saya lakukan hingga hari ini. Sebelumnya, saya tidak tahu siapa Tuhan itu, tetapi sekarang saya mengenal Dia, berkat radio."

Saat pengetahuannya tentang Tuhan bertambah, Aung Ko memutuskan dia harus membagikan apa yang dia dengarkan, jadi dia memanggil tetangga-tetangganya dan membentuk satu kelompok kecil, yang segera mulai bertemu secara teratur. Dia mulai lebih fokus pada program radio, melakukan yang terbaik untuk menangkap setiap detail.

Dengan caranya yang santai, Aung Ko telah menjadi pembicara yang populer dan pemimpin yang disegani, Ia mendirikan kelompok layanan masyarakat, Golden Eagle Handicap Foundation, yang membantu orang-orang yang membutuhkan di dalam dan di sekitar masyarakat.

"Saya sangat senang bahwa saya telah mengenal Tuhan dan kebenaran hari Sabat," kata Aung Ko. "Tanpa pekabaran yang diajarkan radio kepada saya, hidup saya tidak akan berarti."

PANGGILAN: Persembahan hari ini adalah untuk Adventist World Radio. AWR saat ini disiarkan dalam lebih dari seratus bahasa. Persembahan Anda akan membantu mendukung dan memperluas pekerjaan penginjilan mi. Berdoalah untuk pelayanan ini dan berkontribusilah dengan persembahan rutin Anda.

Komentar