PUSAT SEMUA KEBAIKAN

 26 JANUARI

PUSAT SEMUA KEBAIKAN

"Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku"—Mazmur 119: 68.

Dalam kemanusiaan Kristus ada benang emas yang mengikat orang miskin yang percaya yaitu percaya pada kasih yang tak terbatas dari jiwa-Nya. Dia adalah Tabib Agung. Di dunia kita Dia menanggung kelemahan kita dan memikul beban kita. Dia adalah Penyembuh yang perkasa dari segala penyakit. Dia miskin, namun Dia adalah Pusat dari Semua Kebaikan, semua berkat. Dia adalah sumber kekuatan bagi semua yang mengabdikan kekuatan mereka untuk upaya menjadi anak-anak Allah.

Kristus pernah menjadi sahabat orang miskin. Dia memilih kemiskinan dan menghormatinya dengan menjadikannya milik-Nya. Dia telah melepaskan penghinaan selamanya dari orang miskin, dengan memberkati mereka sebagai pewaris kerajaan Allah. Begitulah pekerjaan-Nya. Dengan membaktikan diri-Nya untuk hidup dalam kemiskinan, Dia menebus kemiskinan dari kehinaannya. Dia menempatkan posisi-Nya dengan orang miskin agar Dia dapat mengangkat stigma yang telah dilekatkan dunia pada kemiskinan. Dia tahu bahaya cinta kekayaan. Dia tahu bahwa cinta tersebut merusak banyak jiwa. Hal tersebut menempatkan mereka yang kaya di tempat bahaya di mana mereka cenderung menuruti setiap keinginan untuk kemegahan. Hal itu membuat mereka memandang rendah orang yang menderita tekanan 

kemiskinan. Hal itu mengembangkan kelemahan pikiran manusia dan menunjukkan bahwa, terlepas dari banyaknya harta mereka, orang kaya yang demikian tidak kaya akan Tuhan.

Tabiat banyak orang telah dibentuk oleh penilaian palsu yang ditempatkan pada orang-orang kaya duniawi. Orang yang memiliki rumah dan tanah, dipuji dan ditipu oleh rasa hormat yang diberikan kepadanya, mungkin memandang rendah orang miskin, yang memiliki kebajikan yang tidak dimiliki orang kaya. Ketika ditimbang dengan timbangan emas di tempat kudus, orang kaya yang cinta diri dan tamak akan didapati kekurangan, sementara orang miskin, yang hanya bergantung pada iman kepada Tuhan untuk kebajikan dan kebaikannya, akan dinyatakan sebagai pewaris kekayaan abadi dalam kerajaan Allah—Manuscript 22, 1898.

Renungan Lebih Dalam: Mengapa Yesus memilih untuk menjadi miskin, menyatukan nasib-Nya dengan orang-orang yang tidak berdaya dan terpinggirkan? Bagaimana saya meniru kasih Yesus bagi yang menderita dan tertindas ?

Komentar