Pendalaman:

Pendalaman: 

Bacalah Ellen G. White, “Bait Suci dan Penahbisannya,” hlm. 35 50, dalam Para Nabi dan Raja; “Bacaan-Bacaan dan Musik,” hlm.252, dalam Amanat kepada Orang Muda.

Kitab Mazmur terdiri dari 150 mazmur, yang dikelompokkan menjadi lima kitab: Kitab I (Mazmur 1 — 41), Kitab II (Mazmur 42-72), Kitab 111 (Mazmur 73-89), Kitab IV (Mazmur 90-106) ), dan Kitab V (Mazmur 107-150). Pembagian lima kitab Mazmur ini adalah tradisi Yahudi awal yang sejajar dengan pembagian lima kitab Pentateukh.

Kitab Mazmur memberikan bukti beberapa koleksi Mazmur yang sudah ada: koleksi Bani Korah (Mazmur 42-49, 84, 85, 87, 88), koleksi Asaf (Mazmur 73-83), Nyanyian Ziarah (Mazmur 120-134), dan Mazmur Haleluya (Mazmur 111-118, 146-150). Mazmur 72: 20 menjadi saksi kumpulan Mazmur Daud yang lebih kecil.

Sementara sebagian besar mazmur dikaitkan dengan zaman Raja Daud dan kerajaan awal (abad kesepuluh SM), koleksi mazmur terus bertambah selama abad-abad berikutnya: kerajaan yang terpecah, masa pembuangan, dan periode pascapembuangan. Dapat dibayangkan bahwa para juru tulis Ibrani di bawah kepemimpinan Ezra menggabungkan koleksi mazmur yang lebih kecil yang ada menjadi satu kitab ketika mereka bekerja untuk membangun pelayanan Bait Suci yang baru.

Fakta bahwa para ahli Taurat mengkonsolidasikan kitab Mazmur, itu tidak menghilangkan inspirasi Ilahi kitab Mazmur. Para ahli Taurat, seperti para pemazmur, adalah hamba Allah yang setia, dan pekerjaan mereka diarahkan oleh Allah (Ezr. 7; 6, 10). Sifat Ilahi-manusia dari kitab Mazmur sebanding dengan penyatuan yang Ilahi dan manusia dalam Tuhan Yesus yang berinkarnasi. “Tetapi Alkitab, yang berisi kebenaran yang diberikan Allah dan dinyatakan dalam bahasa manusia, menunjukkan persatuan Ilahi dan manusia. Persatuan seperti itu terdapat dalam diri alamiah Kristus, yang adalah Anak Allah dan anak manusia. Jadi adalah sesuai dengan Alkitab dan sesuai juga dengan Kristus, bahwa, ‘Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita’”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld.8, hlm. 7.

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:

1 Apakah artinya mazmur adalah doa dan himne Ilahi-manusia? Bagaimanakah gagasan ini, sekali pun sulit untuk dipahami sepenuhnya, membantu kita melihat kedekatan yang diinginkan Allah dengan umat-Nya? Bagaimanakah itu mengungkapkan, dengan caranya sendiri, seberapa dekat Tuhan itu dengan umat manusia, dan dengan kita masing-masing? 

2 Di kelas, bicarakan tentang saat Anda menemukan sesuatu dalam kitab Mazmur yang berbicara langsung dengan situasi Anda sendiri. Penghiburan dan harapan apakah yang Anda temukan di sana?

Komentar