UNTUK DIPERSEMBAHKAN SEBAGAI YANG TAK BERCELA DI HADAPAN TAKHTA BAPA

 

UNTUK DIPERSEMBAHKAN SEBAGAI YANG TAK BERCELA DI HADAPAN TAKHTA BAPA

"Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin" (Yudas 24,25).

Di tengah-tengah bumi yang sedang bergoyang, sambaran kilat dan deru halilintar, suara Anak Allah memanggil orang-orang kudus yang sedang tidur. Ia memandang kepada kuburan orang-orang benar, lalu mengangkat tangan-Nya ke langit dan berseru, "Bangun,

bangun, bangun, kamu yang tidur di debu tanah, bangkitlah!" Dari seluruh penjuru dunia ini orang mati mendengar suara itu, dan mereka yang mendengar akan hidup. Dan seluruh dunia dipenuhi dengan bunyi derap langkah pasukan yang amat besar yang terdiri dari segenap bangsa, suku, bahasa dan kaum. Dari penjara maut mereka keluar, berpakaian kemuliaan kekal, berseru, "Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" Dan orang-orang benar yang masih hidup dan orang-orang kudus yang dibangkitkan itu menyatukan suara mereka dalam pekik kemenangan yang panjang penuh kegembiraan—Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 679. Rantai kekeluargaan akan dihubungkan kembali. Bila kita melihat pada kekasih kita yang sudah meninggal, kita boleh berpikir tentang pagi bila sangkakala Allah akan berbunyi, bila "orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah." Tidak lama kemudian, kita akan melihat Raja dalam kemuliaan-Nya. Tidak lama kemudian, Ia akan menghapuskan segala air mata dari mata kita. Tidak lama kemudian, dan Ia akan mendirikan kita "dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya"—Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 267.

Komentar