TERHITUNG LEBIH BESAR DARIPADA KESEDIHAN DAN MALU

 TERHITUNG LEBIH BESAR DARIPADA KESEDIHAN DAN MALU

"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah" (Ibrani 12:2).

Adalah untuk sukacita yang ditaruh di hadapan-Nya-agar Dia boleh membawa anak-anak kepada kemuliaan-sehingga Ia menanggung salib dan menahan malu. Dan tak terkira besarnya dukacita dan malu, namun lebih besar sukacita dan kemuliaan. Ia memandang orang-orang yang ditebus, diperbarui di dalam peta-Nya sendiri, setiap hati memiliki kesan Ilahi yang sempurna, setiap wajah memantulkan keserupaan dengan Raja mereka.

Ia memandang di dalam mereka akibat dari penderitaan jiwa-Nya, dan Ia merasa puas. Kemudian dengan suara yang terdengar sampai kepada orang-orang benar dan orang-orang fasik, Ia menyatakan, "Lihatlah tebusan yang diadakan oleh darah-Ku! Aku menderita dan mati demi orang-orang ini, agar mereka boleh tinggal di hadapan-Ku selama-lamanya." Dan nyanyian pujian diperdengarkan oleh yang berjubah putih di sekeliling takhta itu, "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan pujian!"—Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 709.

Komentar