SUNGAI AIR KEHIDUPAN


SUNGAI AIR KEHIDUPAN

"Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai" (Mazmur 4 6:5).

Nabi itu memandang "sungai air kehidupan, jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu." "Dan di seberang menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan" "Dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu" .... "Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan"—Seri Membina, jld. 3, hlm. 280, 281.

Aduh, bahasa apa yang dapat digunakan untuk menyatakan kemuliaan dunia yang akan datang! Saya haus akan sungai hidup yang menyemarakkan kota Allah kita—Tulisan-Tulisan Permulaan, hlm. 78.

Biarlah semua yang indah di rumah duniawi kita mengingatkan kita pada sungai kristal dan padang yang hijau, pohon-pohon yang melambai dan air hidup, kota yang bersinar dan penyanyi berjubah putih, dari rumah surgawi kita-keindahan yang tidak dapat digambarkan oleh seniman mana pun, tidak ada lidah manusia yang menggambarkannya— Counsels to Parents, Teacher, and Students, hlm. 5 5.

Komentar