MAHKOTA KEGEMBIRAAN BUAH DARI PEKERJAANKU

MAHKOTA KEGEMBIRAAN BUAH DARI PEKERJAANKU

"Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu? Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami" (1 Tesalonika 2: 19, 20).

Ada sukacita masa depan yang Paulus nantikan sebagai upah pekerjaannya-sukacita yang sama yang olehnya Kristus menanggung salib dan tidak mengindahkan rasa malu-sukacita melihat buah-buah pekerjaannya. "Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami," tulisnya kepada orang-orang Tesalonika yang bertobat, "di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu? Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami" (1 Tesalonika 2: 19, 20).

Siapakah dapat mengukurkan hasil-hasil pekerjaan hidup Paulus kepada dunia? Dari semua pengaruh bermanfaat yang meringankan penderitaan, yang menghibur kesusahan, yang mengekang kejahatan, yang mengangkat martabat kehidupan dari sifat mementingkan diri dan percabulan, dan mempermuliakannya dengan pengharapan yang tidak akan binasa, berapakah yang harus dibayar sehubungan dengan pekerjaan Paulus dan teman-temannya sepekerjaan, karena dengan

Injil Anak Allah mereka mengadakan perjalanan yang tidak diketahui dari Asia sampai ke pantai-pantai Eropa?

Apakah nilainya untuk sesuatu kehidupan menjadi perkakas Allah dalam menggerakkan pengaruh-pengaruh berkat tersebut? Berapakah nilainya di zaman yang kekal menyaksikan hasil-hasil pekerjaan seumur hidup seperti itu?—Seri Membina, jld. 3, hlm. 63.

Komentar