Ester dan Mordekhai

Ester dan Mordekhai

Sabat Petang

Bacalah untuk Pelajaran Pekan Ini: Dan. 1:1-12; Dan. 6: 1-9; Est. 2: 1-10, 20; Est. 3: 1-15; Est. 4: 1-14; Est. 9: 1-12.

Ayat Hafalan: “Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi” (Yesaya 49: 6).

Salah satu catatan yang paling memberikan inspirasi dalam Kitab Suci, yaitu sebuah catatan tentang “pelayanan lintas-budaya,” dapat ditemukan dalam kitab Ester. Selama ribuan tahun, sangat banyak yang telah ditulis sehubungan dengan kitab ini, dan sampai hari ini banyak orang Yahudi merayakan perayaan Purim, berdasarkan Ester 9: 26-31.

Ester dan pamannya Mordekhai adalah orang Yahudi yang tinggal di ibu kota Kekaisaran Persia, Susan. Apa pun alasannya, tidak seperti orang-orang Yahudi lainnya yang sudah pulang ke Yehuda, bersama-sama dengan orang-orang lainnya, mereka menetap di negeri di mana mereka ditawan.

Kemudian, melalui berbagai peristiwa pemeliharaan (Tuhan), Ester menjadi ratu. “Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai” (Est. 2:17).

Dalam peran inilah, meskipun agak terpaksa, Ester sanggup untuk memainkan peran utama dalam sejarah Kitab Suci. Dalam caranya yang unik, ceritanya ini menunjukkan bagaimana umat Allah, bahkan dalam lingkungan yang asing, bisa bersaksi tentang kebenaran.

Berapa pun waktu yang memungkinkan, bacalah (ataupun baca sekilas) kitab Ester untuk pelajaran pekan ini.

*Pelajarilah pelajaran pekan ini untuk persiapan pada Sabat, 23 Desember.

Komentar