YESUS MEMBAWA KABAR SUKACITA DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN


YESUS MEMBAWA KABAR SUKACITA DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN

"Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia"
 (Lukas 8: 1).

Kristus bisa saja menduduki tempat tertinggi di kalangan para guru bangsa Yahudi, namun Ia lebih suka memilih untuk membawa Injil kepada orang miskin, Ia pergi dari satu tempat ke tempat yang lain, sehingga mereka yang berada di jalan-jalan raya dan di lorong-lorong bisa mendengar Firman kebenaran itu. Di tepi laut di kaki gunung, di jalan-jalan kota besar, di rumah ibadah, suara-Nya terdengar menjelaskan Kitab Suci. Sering Ia mengajar di halaman luar Bait Suci, agar orang-orang kafir boleh mendengar suara-Nya—Hidup yang Terbaik, hlm. 13, 14.

Yesus memperhatikan perubahan wajah pendengar-pendengarNya. Wajah yang menyatakan perhatian dan kesukaan, memberikan pada-Nya suatu kepuasan hati yang besar. Bilamana anak panah kebenaran menembusi jiwa, memecahkan segala rintangan cinta diri, dan mengadakan penyesalan, dan akhirnya perasaan syukur, Juruselamat digembirakan hati-Nya. Apabila mata-Nya memandang seluruh pendengar-Nya, dan Ia mengenal wajah yang pernah dilihat-Nya dulu, wajah-Nya pun bersinar kegirangan. Ia melihat bahwa di antara mereka terdapatlah rakyat yang diharapkan bagi kerajaan-Nya. Apabila kebenaran dengan jelas diutarakan, menyentuh beberapa ilah yang dipelihara dalam hati, Ia memperhatikan perubahan wajah, rupa dan sikap yang dingin, yang menyatakan bahwa terang itu tidak mendapat sambutan. Apabila Ia melihat orang banyak menolak pekabaran damai itu, sakitlah hati-Nya—Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 264, 265.

Komentar