SUKACITA MEMBELI HARTA YANG TERPENDAM

SUKACITA MEMBELI HARTA YANG TERPENDAM

"Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu" (Matius 13:44).

Dalam perumpamaan ini ladang yang berisi harta menggambarkan Kitab Suci. Dan Injil kebenaran adalah harta itu. Tanah itu sendiri tidaklah terjalin dengan lapisan-lapisan emas dan penuh dengan benda-benda yang berharga sebagaimana halnya dengan Firman Allah—Seri Membina, jld. 5, hlm. 73.

Ketika Kristus berada di bumi, Dia berhubungan dengan beberapa orang yang pikirannya dipenuhi dengan harapan keuntungan duniawi. Mereka tidak pernah beristirahat, tetapi terus-menerus mencoba sesuatu yang baru, dan harapan mereka yang luar biasa dibangkitkan hanya untuk dikecewakan. Yesus mengetahui keinginan hati manusia, yang sama di segala zaman; dan Dia meminta perhatian mereka pada satu-satunya kekayaan yang abadi.

"Kerajaan Surga," kata Dia, "seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu." Dia memberitahukan kepada orang-orang tentang harta yang tak ternilai, yang berada dalam jangkauan semua orang. Dia datang ke bumi untuk membimbing pikiran mereka dalam mencari harta yang terpendam ini. Jalannya ditandai; yang paling miskin yang akan mengikuti Dia akan dibuat lebih kaya daripada yang paling kaya di dunia yang tidak mengenal Yesus, dan mereka akan dibuat semakin kaya dengan berbagi kebahagiaan mereka dengan orang lain—Testimonies for the Church, jld. 5, hlm. 261.

Komentar