Sebuah Fondasi Nubuatan

Sebuah Fondasi Nubuatan

Bacalah Lukas 24:36-49. Apakah yang terjadi di sini, dan mengapa hal ini merupakan satu pengalaman yang penting bagi para rasul?

Adalah menarik untuk melihat bahwa pada awalnya para murid itu tidak percaya karena takut. Kemudian, setelah melihat Yesus dan yakin bahwa Dia benar-benar hidup kembali, mereka justru tidak percaya karena kegembiraan yang mereka miliki (Luk. 24: 41). Pernahkah Anda merasakan ada sesuatu yang terlalu baik untuk menjadi kenyataan? Ini adalah pengalaman dari murid-murid dan orang-orang yang berada di ruangan atas pada waktu itu.

Jika Yesus telah meninggalkan mereka hanya dengan pengalaman ini, bisa saja, ketika Dia terangkat, iman mereka mungkin tidak akan bertahan. Berulang kali, kekuatan dari pengalaman bisa saja memudar, mereka bisa saja lupa, dan mungkin saja akan mulai mempertanyakan hal tersebut. Jadi, Yesus tidak berhenti dengan hanya menunjukkan bekas luka dan memakan ikan di hadapan mereka. Sebaliknya, dia membawa pikiran mereka pada Firman dan menunjukkan pada mereka fondasi nubuatan untuk pekerjaan dan pelayanan-Nya. Itu berarti, tidak peduli berapa besar pengalaman yang mereka miliki dengan-Nya, Yesus masih tetap menginginkan iman mereka berakar dalam Firman Allah.

“Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur” (Luk. 24: 44).

Di sini juga kita menemukan sebuah motivasi yang kuat untuk bersaksi dan untuk misi, yaitu Firman Allah. Yesus tahu bahwa untuk memperkuat pengalaman murid-murid ini, mereka harus mengerti mengapa Dia harus mati dan apa arti kebangkitan-Nya. Cara pandang mereka perlu untuk dialihkan, dari pemikiran tentang kerajaan dunia dan politik kepada solusi dosa yang besar dan kemenangan Kristus atas kematian. Injil adalah sesuatu yang jauh lebih besar dari pencapaian kekuasaan politik bagi Israel. Itu menyatakan tentang kemenangan Kristus atas Iblis dan memberikan jaminan bahwa satu hari nanti semua kejahatan di dalam dunia ini akan dibinasakan, dan bahwa bumi ini akan dibarui, dan bahwa Allah akan tinggal di antara umat-Nya. Dia “membuka pikiran mereka” (Luk. 24:45) sehingga mereka bisa memahami kebenaran yang nantinya akan mereka bagikan kepada dunia.

Pengalaman kita dengan Yesus tidak bisa bertahan tanpa fondasi Firman-Nya, termasuk dalamnya nubuatan-nubuatan yang menunjukkan pada sejarah dan peristiwa yang menuntun pada kedatangan Kristus yang pertama dan yang kedua kali. Dengan kebenaran-kebenaran yang dimengerti secara jelas, kita bisa siap dan termotivasi bagi misi.

Sejauh manakah Anda berakar dalam nubuatan yang menunjuk kepada Kristus, baik pada kedatangan-Nya yang pertama dan kedua? Secara khusus, di waktu-waktu terakhir ini, mengapa kita harus berakar dalam Firman Allah? Termasuk dalam nubuatan-nubuatan, dan mengapa memahami nubuatan-nubuatan ini sangat penting, teristimewa bagi pekerjaan misi?

Komentar