Pendalaman: Sekolah Sabat Ke 5 | Oktober 2023

Pendalaman:

Ellen G. White memiliki sebuah amaran yang tegas bagi mereka yang masih bergumul untuk mengikuti panggilan Yesus untuk bersaksi bagi orang-orang yang ada di sekeliling mereka.

“Alasan-alasan dari mereka yang gagal untuk melakukan pekerjaan tidak akan melepaskan mereka dari tanggung jawab itu sendiri, dan jika mereka memilih untuk tidak melakukan pekerjaan, mereka mengabaikan jiwa-jiwa yang untuk mana Kristus telah mati, mereka mengabaikan tanggung jawab yang diberikan Allah, dan akan dicatat di buku di surga sebagai hamba-hamba yang tidak setia. Apakah seorang pelayan akan dikatakan bekerja sebagaimana yang dilakukan oleh Tuannya itu, yaitu menjadi satu kekuatan dan berkat bagi orang-orang lain, sementara dia menutup dirinya terhadap mereka yang membutuhkan pertolongannya? Mereka yang mengabaikan hubungan pribadi dengan orang-orang, akan menjadi cinta diri, dan mereka membutuhkan pengalaman ini yaitu untuk menempatkan diri mereka sendiri dalam satu hubungan komunikasi dengan saudara-saudara mereka, sehingga mereka bisa mengerti akan kondisi rohani mereka, dan tahu bagaimana memberikan makan bagi kawanan domba Allah, memberikan setiap domba tersebut bagian makanannya di sepanjang musim. Mereka yang mengabaikan pekerjaan ini mem-

buktikan bahwa mereka membutuhkan renovasi moral, dan kemudian mereka akan melihat bahwa mereka belum menanggung beban dari pekerjaan itu”—Ellen G. White, The Adventist Review and Sabbath Herald, 30 Agustus 1892.

Sementara hal ini adalah merupakan kata-kata yang keras yang menekankan tentang sesuatu yang penting yang Allah tempatkan pada misi, kita tidak dibiarkan tanpa pengharapan. “Dengan pekerjaan yang diberikan kepadanya, Yunus telah diberi kepercayaan untuk memikul tanggung jawab yang berat; namun Ia yang menyuruh pergi itu, sanggup menolong hamba-Nya dan mengaruniakan sukses kepadanya. Sekiranya nabi itu menurut dengan tidak ragu-ragu, ia mungkin akan mengalami banyak pengalaman pahit, tetapi akan mendapat berkat yang limpah. Namun, pada saat Yunus putus asa Tuhan tidak meninggalkannya. Melalui serentetan kesulitan dan jaminan yang luar biasa, keyakinan nabi itu pada Allah dan pada kuasa-Nya yang tidak terbatas untuk menyelamatkan dihidupkan kembali”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 3, hlm. 218.

Sama seperti Yunus, adalah mungkin lebih mudah bagi kita untuk membuat alasan-alasan supaya tidak berpartisipasi dalam pekerjaan misi. Motivasi kita bagi alasan-alasan ini bisa berupa satu di antara sekian banyak. Tetapi, panggilan kita kepada misi tidaklah kurang jelas dibandingkan dengan panggilan Yunus. Pertanyaannya adalah, bagaimanakah Anda akan memilih untuk menjawabnya?

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi:

1. Alasan-alasan apa sajakah yang pernah Anda gunakan untuk tidak terlibat dalam misi? Apakah Ninewe Anda?

2. Pikirkan tentang betapa berharganya kebenaran yang kita miliki sebagai anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Pikirkan tentang bagaimana Anda diberkati dengan kebenaran-kebenaran ini. Apakah yang menghalangi Anda untuk tidak membagikan kepada orang lain kebenaran yang sangat kita kasihi ini?

3. Dengan kasih karunia Allah, bagaimanakah Anda belajar untuk mengalahkan ketakutan yang mungkin Anda miliki sehubungan dengan bersaksi dan misi?

Komentar