PAULUS DAN BARNABAS MEMBAWA KABAR SUKACITA KE ANTIOKHIA

PAULUS DAN BARNABAS MEMBAWA KABAR SUKACITA KE ANTIOKHIA

"Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini" (Kisah Para Rasul 13:32, 33).

Tiap murid yang sejati dilahirkan ke dalam kerajaan Allah sebagai seorang pengabar Injil. Orang yang minum air hidup itu menjadi mata air hidup pula. Penerima itu menjadi pemberi. Rahmat Kristus dalam jiwa adalah bagaikan mata air di padang belantara yang meluap-luap untuk menyegarkan semua orang, serta menjadikan mereka yang sudah hampir binasa ingin minum air hidup itu—Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 198.

Selama pelayanan-Nya, Yesus tetap memelihara fakta di hadapan murid-murid-Nya bahwa mereka harus menjadi satu dengan Dia dalam pekerjaan-Nya untuk memulihkan dunia ini dari perhambaan dosa. Bila Ia mengutus kedua belas rasul dan sesudah itu tujuh puluh orang untuk mengabarkan kerajaan Allah, Ia sedang mengajarkan kepada mereka untuk membagikan kepada orang lain apa yang telah mereka ketahui dari hal Dia. Dalam segala pekerjaan-Nya Ia sedang melatih mereka untuk pekerjaan perorangan, untuk diperluas sementara jumlah mereka bertambah, dan akhirnya mencapai bagian yang paling penting dari dunia. Pelajaran yang terakhir yang diberikan-Nya kepada para pengikut-Nya ialah bahwa mereka dipercayakan bagi dunia untuk mengabarkan kabar kesukaan tentang keselamatan—Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 27.

Komentar