Berita Misi 25 November 2023 - Mengikuti Kebenaran

Mengikuti Kebenaran

Kakek menyarankan agar Obed belajar di sekolah Advent di negara Ghana, Afrika Barat. Tetapi ayah tiri Obed sangat menentang gagasan itu.

"Aku tidak akan mengizinkannya pergi ke sekolah menengah itu karena dia akan kembali sebagai seorang Advent," kata ayah tiri Obed, yang adalah seorang pendeta denominasi Kristen lainnya.

Jadi, Obed akhirnya mendaftar di sekolah pemerintah berasrama. Di sanalah dia belajar tentang Advent.

Selama di sekolah berasrama itu, Obed beribadah setiap hari Minggu bersama siswa lainnya di salah satu ruang kelas. Dia setia beribadah tahun demi tahun.

Di akhir tahun terakhirnya, siswa di kelas yang lebih rendah

dipulangkan saat dia dan kelas tamatan menghabiskan satu bulan mempersiapkan ujian akhir semester. Dengan begitu sedikit siswa di kampus, kebaktian hari Minggu dihentikan.

Suatu hari Minggu berlalu. Minggu kedua berlalu. Minggu ketiga berlalu. Obed ketinggalan pertemuan hari Minggu.

Pada akhir pekan terakhir sebelum ujian akhir, Obed melihat tiga teman sekelasnya pergi ke kampus pada Sabtu pagi. Mereka berpakaian rapi, dan mereka mengatakan bahwa mereka pergi ke gereja.

"Bisakah aku pergi denganmu?" tanya Obed.

Obed mengikuti kedua anak laki-laki dan perempuan itu ke sebuah gereja Advent. Dia kagum mendengar mereka menyanyikan lagu khusus selama ibadah. Dia tidak pernah mendengar lagu yang dinyanyikan dengan harmonis, dan kata-kata lagu itu menyentuh hatinya. Mereka menyanyikan "Until Then" (Seventh-day Adventist Church Hymnal, No. 632).

Senin berikutnya, dia meminta kepada gadis Advent, Sandra, untuk meminjamkan buku nyanyian pujian. Dia ingin menyalin kata-kata itu dari nyanyian yang didengarnya pada hari Sabat.

Sandra memberinya lagu pujian dan mengajar dia bagaimana menyanyikan lagu itu. Lalu Obed meminta kepada Sandra untuk mengajarinya lagu-lagu lain dari buku tersebut. Keduanya menyanyikan banyak lagu bersama-sama selama minggu ujian akhir mereka.

Lagu pujian itu memicu minat Obed pada Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, dan dia ingin mengetahui lebih lanjut.

Tetapi apa yang akan dikatakan ayah tirinya? Dia ingat bahwa ayah tirinya tidak ingin dia pergi ke sekolah Advent dan telah menyatakan ketakutan bahwa dia mungkin menjadi seorang Advent.

Setelah lulus SMA, Obed kembali ke rumah untuk musim panas.

Dia menghabiskan liburannya membantu ibunya berjualan gorengan ikan dan bubur jagung banku di pinggir jalan. Dia tidak berani pergi ke gereja pada hari Sabat, tetapi dia sangat ingin beribadah di gereja Advent. Dia melihat bahwa gereja Advent setempat mengadakan pertemuan doa dari pukul 7 sampai 8 malam pada hari Rabu. Jadi, dia membuat satu rencana. Dia meninggalkan ibunya selama satu jam pada
Rabu malam, memberitahukan kepada ibunya bahwa dia mau menggunakan kamar kecil gereja itu. Kamar kecil di rumah terlalu jauh untuk berjalan, tetapi ada toilet umum tidak jauh dari tempat mereka menjual makanan. Toilet umum kebetulan dekat dengan gereja Advent.

Selama dua bulan, Obed beribadah di gereja Advent pada Rabu malam.

Dia belajar lagu baru. Dia belajar kebenaran baru tentang Tuhan dalam Alkitab. Dia tahu bahwa dia telah menemukan kebenaran.

Ketika dia masuk universitas musim gugur itu, dia segera mencari mahasiswa Advent di kampus.

Ketika dia menemukan mereka, dia bergabung dengan mereka dalam ibadah pada hari Sabat. Tidak lama kemudian, dia dibaptis.

Kakek Obed sangat senang saat dia mengetahui bahwa cucunya telah bergabung dengan Advent. Ayah tirinya, bagaimanapun, kesal. Tetapi dia telah menerima keputusan dari waktu ke waktu.

Hari ini, Obed bekerja sebagai asisten administratif di kantor pusat Uni Konferens Ghana Selatan di Accra, Ghana. Dia mengatakan penting untuk mengikuti kebenaran sekalipun orang tua atau orang lain mencoba untuk menghentikan Anda.

"Ketika Anda menemukan kebenaran dan mengetahui yang sebenarnya, Anda tidak boleh
membiarkan apa pun menjauhkan Anda dari kebenaran," katanya. "Anda harus mengikuti apa yang Anda tahu sebagai kebenaran dan, pada waktu yang ditentukan Tuhan, Ia akan mengizinkan Anda untuk beribadah di gereja."

Bagian dari Persembahan Sabat Ketiga Belas Anda triwulan ini akan membantu memperluas pendidikan Advent di Ghana. Dana itu akan menuju pembangunan ruang kelas baru dan asrama di Perguruan Tinggi Advent Keperawatan dan Kebidanan, yang dibuka dengan 22 mahasiswa pada tahun 2015 dan sekarang memiliki 770 mahasiswa. Ini adalah sekolah misi nyata, di mana hanya 30 persen dari mahasiswa orang Advent. Terima kasih telah merencanakan Persembahan Sabat Ketiga Belas dengan murah hati untuk tanggal 30 Desember nanti.
Oleh Andrew McChesney

Tip Cerita

> Pelajaran minggu ini menjelaskan bagaimana kesetiaan teman dari seorang lumpuh yang tak berdaya membantunya dalam Lukas 5: 17-26 (lihat pelajaran hari Minggu, 19 November). Bagaimanakah kesetiaan teman Obed orang Advent membantunya? Kemungkinan jawaban: Hanya oleh pergi ke gereja pada hari Sabat, teman-teman membawa Obed ke iman yang lebih dalam. Iman menghasilkan iman. Iman teman-teman itu menjadi iman Obed, dan dia setia pada kebenaran yang dipelajarinya. Tanyakan kepada UKSS untuk cara mereka bisa menjadi penolong bagi teman-teman mereka (lihat pelajaran hari Senin, 20 November).

> Unduh foto di Facebook: bit.ly/fb-mq.

> Unduh Postingan Misi dan Fakta Singkat dari Divisi Afrika Barat-Tengah di: bit.ly/ wad-2023.

> Kisah misi ini mengilustrasikan tujuan-tujuan dari rencana strategis GMAHK "I Will Go": Tujuan Pertumbuhan Rohani No. 5, "Untuk memuridkan individu dan keluarga ke dalam kehidupan yang dipenuhi Roh"; Tujuan Pertumbuhan Rohani No. 6, "Untuk meningkatkan aksesi, retensi, reklamasi, dan partisipasi anak-anak, pemuda, dan orang dewasa"; Tujuan Pertumbuhan Rohani No. 7, "Untuk membantu para pemuda dan orang dewasa untuk mengutamakan Tuhan dan memberikan teladan pandangan dunia yang alkitabiah." Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs web: IWillGo2020.org.

POS MISI

> Christian Abraham Ackah (1883-1912) adalah anggota pendiri Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Ghana. Selain karyanya di bidang penginjilan literatur, ia mendirikan dua gereja yang pertama-dan dua sekolah pertama di wilayah itu, dan merupakan orang Ghana pertama yang diurapi sebagai ketua gereja dan terus melayani sebagai anggota komite eksekutif uni, semuanya dilakukan sebelum kematiannya pada usia 29 tahun.

Komentar