KARENA TUHAN AKAN MENULISKANNYA DI HATIKU

KARENA TUHAN AKAN MENULISKANNYA DI HATIKU

"Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu" (Mazmur 119: 47).

Tidak ada satu perintah hukum yang bukan untuk kebaikan dan kebahagiaan manusia, dalam kehidupan ini dan kehidupan yang akan datang. Dalam penurutan kepada hukum Allah, manusia bagaikan dikelilingi sebuah pagar dan mencegahnya dari kejahatan—Khotbah di Atas Bukit, hlm. 62.

Hukum yang diberikan di atas Gunung Sinai adalah ucapan dari prinsip kasih, suatu penyataan kepada dunia tentang hukum surga. Hukum itu ditahbiskan di dalam tangan seorang Perantara—diucapkan oleh-Nya lewat kuasa siapa hati manusia dapat disesuaikan dengan prinsip-prinsipnya. Allah telah menyatakan maksud hukum itu ketika Dia menyatakan kepada Israel, "Haruslah kamu menjadi orang-orang kudus bagi-Ku"—Khotbah di Atas Bukit, hlm. 56.

Janji perjanjian baru itu ialah, "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka" (Ibrani 10: 16). Sementara sistem lambang nubuatan yang menunjuk kepada Kristus sebagai Anak Domba Allah yang harus menghapus dosa dunia harus dihentikan dengan kematian-Nya, prinsip-prinsip kebenaran yang diwujudkan dalam Sepuluh Hukum adalah tetap bagaikan takhta yang kekal. Tidak satu perintah pun yang telah dibatalkan, tidak satu iota atau satu titik pun yang diubah. Prinsip-prinsip yang diberitahukan kepada manusia di Firdaus sebagai hukum besar kehidupan akan tetap tidak berubah di Firdaus yang dipulihkan itu. Apabila Eden berbunga kembali di dunia, hukum kasih Allah akan dituruti oleh seluruh manusia yang di bawah matahari—Khotbah di Atas Bukit, hlm. 61.

Komentar