Umat Allah: Saluran Misi

 

Umat Allah: Saluran Misi

Sepanjang sejarah, Allah selalu memiliki umat yang menyatakan karakter-Nya dengan setia dan, dalam ketaatan, mengikuti maksud-maksud-Nya. Umat Allah ini adalah mereka yang telah dipanggil dan mereka yang telah menerima undangan-Nya untuk mengambil bagian dalam kasih karunia-Nya. Semua orang ini telah dan akan terus menjadi instrumen Allah untuk menyelesaikan misi-Nya.

Bacalah Kejadian 12: 1-3 dan Ulangan 7: 6, 11, 12. Apakah yang merupakan tujuan Allah yang mula-mula bagi umat-Nya di Perjanjian Lama?
Perjanjian Allah dengan Abraham dan keturunan-keturunannya memiliki sebuah tujuan khusus. Mereka dipanggil, dijadikan, dan diperintahkan untuk menjadi agen-agen dari misi Allah—menjadi saluran berkat bagi bangsa-bangsa (bandingkan dengan Ul. 28: 10; Yes. 49: 6). Tetapi, mereka telah dipilih dalam sebuah hubungan perjanjian dengan Allah, berdasarkan sebuah persyaratan iman dan ketaatan yang tersirat (Kej. 22: 16-18; Kel. 19: 5, 6; Ul. 28: 1, 2; 2 Taw. 7: 14). Proses ini, yang bertujuan untuk menarik perhatian dari bangsa-bangsa sekitar Israel, adalah merupakan “strategi misi” Allah di Perjanjian Lama.

Dalam Perjanjian Baru, misi Allah terus berlanjut. Tuhan dan Juruselamat yang telah bangkit, sekarang meluncurkan sebuah “strategi misi” yang diperbarui (lihat Mat. 28: 18-20; Kis. 1: 8), di saat murid-murid Kristus—yang kemudian menjadi gereja—pergi keluar dalam misi kepada seluruh dunia dan bukan dunia yang datang kepada mereka, seperti bangsa Israel di zaman dahulu. Misi tidaklah berasal dari gereja. Sebaliknya, gereja ada karena Allah masih memiliki sebuah misi untuk dilakukan dan Dia menggunakan gerejanya untuk menyelesaikan misi itu.

Tetapi, sebuah pertanyaan muncul: Apakah misi gereja itu? Misi gereja adalah sama dengan misi dari Dia yang telah memanggil gereja sehingga gereja itu bisa ada: “Karena Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk. 19:10). Meski tak seorang pun dari kita yang ada dalam gereja dapat menyelamatkan orang lain, kita bisa dan harus mengarahkan mereka kepada satu-satunya yang bisa menyelamatkan, yaitu Yesus Kristus.

“Misi dari gereja Kristus adalah untuk menyelamatkan orang-orang berdosa yang sedang binasa. Misi ini bertujuan untuk menyatakan kasih Allah kepada manusia dan memenangkan mereka kepada Kristus melalui keampuhan dari kasih itu sendiri”—Ellen G. White, Testimonies for the Church. jld. 3, hlm. 381. Sungguh sebuah kesempatan istimewa dan tanggung jawab yang luar biasa!

Misi bagi gereja sama seperti air bagi kehidupan. Tanpa air kita mati. Tanpa misi, gereja mati. Apakah yang dapat Anda lakukan, secara pribadi, untuk menopang kehidupan dari gereja Anda?

Komentar