SUKACITA YOHANES DIGENAPI DALAM MEMPERSIAPKAN JALAN JURUSELAMAT


 SUKACITA YOHANES DIGENAPI DALAM MEMPERSIAPKAN JALAN JURUSELAMAT

"Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh" (Yohanes 3: 2 9).

Yohanes dalam sifatnya memiliki berbagai kesalahan dari kelemahan yang biasa pada manusia, tetapi jamahan kasih Ilahi telah mengubahkan dia. Ia tinggal dalam suatu suasana yang tidak dicemarkan oleh sifat mementingkan diri dan sifat suka mencari nama, dan jauh di atas racun kecemburuan. Ia ... menunjukkan betapa jelas ia mengerti hubungannya dengan Mesias, dan betapa senang hatinya menyambut Dia yang baginya ia telah menyediakan jalan ....

Yohanes menggambarkan dirinya sebagai sahabat yang bertindak sebagai pesuruh antara dua sejoli yang bertunangan menyediakan jalan untuk pernikahan. Setelah mempelai laki-laki itu menerima mempelai perempuannya, maka tugas sahabat itu pun selesailah sudah. Ia bergembira dalam sukacita orang-orang yang persatuannya telah diusahakan olehnya. Demikianlah Yohanes telah dipanggil untuk mengalihkan perhatian orang banyak kepada Yesus, dan bersukacitalah ia menyaksikan sukses pekerjaan Juruselamat itu. Katanya, "Sekarang sukacitaku itu penuh, Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil."

Karena memandang dalam iman kepada Penebus, Yohanes telah naik ke puncak sifat penyangkalan diri. Ia tidak berusaha menarik orang kepada dirinya sendiri, melainkan mengangkat pikiran mereka semakin tinggi dan bertambah tinggi lagi, sampai mereka berharap pada Anak Domba Allah. Ia sendiri hanyalah suatu suara belaka, suatu suara yang berseru-seru di padang belantara. Kini dengan kesukaan ia menerima kesunyian dan kesenyapan, supaya mata semua orang kiranya dialihkan kepada Terang hidup itu—Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 180, 181.

Komentar