ORANG MAJUS BERSUKACITA KARENA TUNTUNAN TUHAN

ORANG MAJUS BERSUKACITA KARENA TUNTUNAN TUHAN

"Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka" (Matius 2:9, 10).

Orang Majus yang datang dari Timur itu adalah ahli-ahli filsafat. Mereka termasuk dalam golongan yang besar dan berpengaruh, yang meliputi orang bangsawan, dan memiliki banyak harta dan pengetahuan bangsa mereka .... Sementara orang Majus ini mempelajari angkasa yang penuh

bintang itu, dan berusaha menduga rahasia yang tersembunyi pada jalan-jalannya yang gemerlapan itu, tampaklah oleh mereka kemuliaan Khalik. Dalam usaha mencari pengetahuan yang lebih terang, mereka berpaling kepada Alkitab Ibrani. Di negeri mereka sendiri ada tulisan-tulisan nubuat yang meramalkan kedatangan seorang guru Ilahi.... Tetapi dalam Perjanjian Lama kedatangan Juruselamat dinyatakan lebih jelas. Orang Majus itu mempelajari dengan kesukaan bahwa kedatangan-Nya sudah dekat, dan seluruh dunia harus dipenuhi dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan.

Orang Majus itu telah melihat sebuah cahaya ajaib di angkasa pada malam ketika kemuliaan Allah meliputi bukit-bukit Betlehem. Ketika cahaya tersebut berangsur-angsur pudar timbullah sebuah bintang yang gemerlapan, dan berpindah perlahan-lahan di angkasa .... Mungkinkah bintang yang aneh ini dikirim mendahului kedatangan Yang Dijanjikan itu? .... Dengan perantaraan mimpi mereka disuruh mencari Raja yang baru lahir itu.

Perjalanan itu, sungguh pun jauh, adalah satu perjalanan yang diliputi sukacita bagi mereka itu. Mereka sudah tiba di negeri Israel, dan sedang menuruni Bukit Zaitun, dan Yerusalem sudah kelihatan, bintang yang telah menuntun mereka dalam perjalanan yang melelahkan itu berhenti di atas Bait Suci, dan sesaat kemudian lenyaplah dari penglihatan mereka. Dengan langkah yang penuh pengharapan mereka maju terus, mengharap dengan yakin bahwa kelahiran Mesias itu akan menjadi buah mulut orang yang penuh kegirangan. Tetapi segala pertanyaan mereka sia-sia saja. Setelah masuk ke dalam kota suci itu, mereka pun pergi ke Bait Suci. Dengan penuh keheranan mereka tidak mendapati seorang pun yang tampaknya tahu tentang raja yang baru lahir itu ....

Orang Majus itu berangkat sendiri dari Yerusalem. Malam sudah tiba tatkala mereka meninggalkan pintu gerbangnya, tetapi dengan kesukaan besar mereka melihat bintang itu pula, dan mereka ditujukan ke Betlehem— Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 49-54.

Komentar