Alasan-Alasan untuk Menghindari Misi

Alasan-Alasan untuk Menghindari Misi

Sabat Petang

Untuk Pelajaran Pekan Ini Bacalah: Yunus 1-4; Nah. 1:1; 2 Raj. 17: 5, 6; Mzm. 24: 1; Yak. 1: 27; Yes. 6: 1-8.

Ayat Hafalan: “Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: ‘Siapakah Yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?’ Maka sahutku: ‘Ini aku, utuslah aku!’” (Yesaya 6: 8).

Tidak semua orang yang dipanggil dalam misi itu patuh seperti Abraham. Yunus adalah sebuah contoh (bacalah Yunus 1-4). Allah memanggil Yunus untuk berseru kepada Ninewe, ibu kota Asyur. Kota ini, terletak di Irak modem saat ini, berjarak 560 mil dari Yerusalem, dan memakan satu bulan perjalanan untuk tiba di sana. Yunus bukan hanya menolak untuk pergi—dia bahkan lari ke arah yang berlawanan. Ketika tiba di Yafo, dia membeli sebuah tiket kapal untuk ke Tarsis, yang sekarang adalah Spanyol bagian selatan. Berlayar sejauh 2.000 mil akan memakan waktu paling lambat satu bulan, tergantung pada cuaca. Karena tidak ingin berhadapan dengan Raja Asyur, Yunus menggunakan satu bulan untuk melarikan diri yang sehamsnya waktu itu ditempuh untuk membawanya ke Niniwe. Mengapakah dia, sebagai seorang hamba Allah, melakukan hal tersebut?

Orang-orang Niniwe benar-benar jahat, satu bangsa yang terkenal dengan kejahatan dan kekejaman mereka dan yang juga menyerang Israel dan Yehuda. Namun demikian, Allah memanggil Yunus untuk pergi ke Niniwe dan berseru melawan kefasikan negeri itu (Yun. 1: 2). Kata-kata di ayat ini sangat mirip dengan kata-kata yang digunakan Allah ketika berbicara kepada Abraham tentang Sodom dan Gomora, dalam Kejadian 18: 20, 21. Seperti yang kita akan lihat nanti, Yunus bukanlah Abraham.

Apakah yang bisa kita pelajari tentang sikap Yunus sehubungan dengan alasan-alasan yang dapat kita buat untuk tidak melakukan misi?

*Pelajarilah pelajaran pekan ini untuk persiapan pada Sabat, 4 November.

Komentar