ABRAHAM BERSUKACITA KARENA DIA MELIHAT KRISTUS

ABRAHAM BERSUKACITA KARENA DIA MELIHAT KRISTUS

"Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita" (Yohanes 8: 56).

Abraham ingin sekali melihat Juruselamat yang dijanjikan itu. Ia mempersembahkan doa yang sangat tekun agar sebelum kematiannya ia boleh memandang Mesias. Dan ia melihat Kristus. Suatu terang yang di luar kodrat alam diberikan kepadanya, dan ia mengaku, tabiat Kristus. Ia melihat hari-Nya, dan bersukacita, ia diberi suatu pemandangan tentang pengorbanan Ilahi untuk dosa. Dari pengorbanan ini ia mendapat suatu gambaran dalam pengalamannya sendiri. Perintah datang kepada-Nya "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak dan persembahkanlah dia ... sebagai korban bakaran" (Kej. 22: 2). Di atas mazbah korban ia meletakkan anak perjanjian, anak yang dalamnya harapannya dipusatkan. Lalu sementara ia menunggu di sisi mazbah dengan pisau yang diangkat untuk menaati Allah, ia mendengar suatu suara dari surga berkata, "jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku" (Kej. 22: 12). Ujian yang hebat ini diberikan kepada Abraham agar ia melihat hari Kristus, dan menyadari kasih Allah yang besar bagi dunia, begitu besar sehingga untuk mengangkat dari kehinaannya, Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal kepada kematian yang paling hina.

Abraham mempelajari dari Allah tentang pelajaran yang terbesar yang pernah diberikan kepada makhluk yang fana. Doanya agar ia boleh melihat Kristus sebelum ia mati sudah dijawab, la melihat Kristus, ia melihat segala perkara yang dapat dilihat oleh makhluk yang fana. Oleh mengadakan penyerahan sepenuhnya, ia sanggup mengerti khayal tentang Kristus yang telah diberikan kepadanya. Kepadanya ditunjukkan bahwa dalam mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan orang berdosa dari kebinasaan kekal, Allah sedang mengadakan suatu pengorbanan yang lebih besar dan lebih ajaib daripada yang pernah dapat dibuat oleh manusia—Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 83, 84.


Komentar