Renungan Pagi 9 Februari 2023 - TUHAN BERSUKACITA DALAM DOA ORANG TULUS

TUHAN BERSUKACITA DALAM DOA ORANG TULUS

"Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya" (Amsal 15: 8).

Setiap jiwa memiliki hak istimewa untuk menyatakan kepada Tuhan kebutuhan-kebutuhan khusus mereka sendiri, dan untuk mengucapkan syukur pribadinya atas berkat-berkat yang ia terima setiap hari. Tetapi banyak doa yang panjang dan tanpa semangat, tanpa iman yang dipanjatkan kepada Tuhan, gantinya menjadi sukacita bagi-Nya, malah menjadi beban. Oh, kami sangat membutuhkan, hati yang bersih, hati yang bertobat. Iman kita perlu dikuatkan. 'Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu' (Matius 7: 7). Kita perlu mendidik diri kita sendiri untuk percaya pada Firman ini, dan untuk membawa terang dan kasih karunia Kristus ke dalam semua pekerjaan kita. Kita perlu memegang Kristus, dan mempertahankan pegangan kita pada-Nya sampai kita tahu bahwa kuasa kasih karunia-Nya yang mengubahkan dinyatakan di dalam kita—Testimonies for the Church, jld. 9, hlm. 279.

Tuhan ingin anak-anak-Nya meminta hal-hal yang memungkinkan Dia untuk mengungkapkan kasih karunia-Nya melalui mereka kepada dunia. Dia ingin mereka mencari nasihat-Nya, untuk mengakui kuasa-Nya .... Adalah baik bagi kita untuk merasakan kelemahan kita; karena dengan demikian kita akan mencari kekuatan dan kebijaksanaan yang dengan senang hati Bapa ingin berikan kepada anak-anak-Nya untuk perjuangan sehari-hari mereka melawan kuasa kejahatan—Testimonies for the Church, jld. 9, hlm. 284.

Komentar