Renungan Pagi 18 Februari 2023 - BERSAMA ANAK-NYA YANG KEKASIH

BERSAMA ANAK-NYA YANG KEKASIH

"Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Matius 3. 16, 17).

Dan perkataan yang diucapkan kepada Yesus di Yordan itu, 'Inilah

Anak-Ku yang Aku berkenan/ meliputi seluruh umat manusia. Allah berbicara kepada Yesus selaku wakil kita. Dengan segenap dosa dan kelemahan kita, tidak dibuangkan-Nya kita sebagai tidak berharga.

'Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya ... supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.' Kemuliaan yang hinggap atas Kristus itu ialah janji tentang kasih Allah bagi kita. Diberitahukan-Nya kepada kita hal kuasa doa, bagaimana suara manusia dapat mencapai telinga Allah, dan permohonan kita diperkenankan dalam istana surga. Oleh dosa, dunia ini telah terpisah dari surga, serta terasing dari persekutuannya; akan tetapi Yesus sudah menghubungkannya kembali dengan lingkungan kemuliaan. Kasih-Nya telah melingkari manusia, serta mencapai langit yang tertinggi. Cahaya yang turun dari pintu gerbang yang terbuka ke atas kepala Juruselamat kita, akan turun pula ke atas kita apabila kita berdoa memohonkan bantuan untuk melawan pencobaan. Suara yang berbicara kepada Yesus itu berkata kepada setiap jiwa yang percaya, 'Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan'—Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 105, 106.


Komentar