MANUSIA DICIPTAKAN JUJUR

 


MANUSIA DICIPTAKAN JUJUR

"Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih’ (Pengkhotbah 7: 29).

Manusia harus menyatakan peta Allah, baik jasmani dan juga dalam tabiat. Hanya Kristus saja yang merupakan "gambar wujud Allah"; tetapi manusia diciptakan menurut teladan Allah. Sifatnya selaras dengan kehendak Allah. Pikirannya sanggup memahami perkara-perkara Ilahi. Kasihnya murni, selera dan keinginannya berada di bawah pengendalian pikiran,Iasuci dan berbahagia dalam menyatakan peta Allah dan di dalam penurutan akan kehendak-Nya.

Waktu manusia dijadikan oleh Tuhan, tubuhnya tinggi semampai, sempurna dan simetris. Wajahnya mencerminkan keadaan yang sehat dan berseri-seri oleh sinar hidup dan kebahagiaan. Tubuh Adam jauh lebih tinggi daripada manusia yang mendiami bumi sekarang ini. Hawa lebih pendek sedikit, tetapi bentuknya agung dan indah sekali. Pasangan yang suci ini tidak mengenakan pakaian buatan, mereka diselubungi oleh terang dan kemuliaan sebagaimana halnya malaikat-malaikat. Selama mereka menurut kepada Allah, jubah terang ini akan senantiasa menyelubungi mereka .... Tuhan sendiri telah memberikan kepada Adam seorang sahabat .... Hawa dijadikan dari sebilah tulang yang diambil dari rusuk Adam, ini mengartikan bahwa ia bukanlah untuk memerintah Adam sebagai kepala, bukan juga untuk diinjak-injak di bawah telapak kaki sebagai bawahan, tetapi untuk berdampingan di sisi Adam sebagai seorang yang setara, untuk dikasihi dan dilindungi—Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 37, 38.

Selama mereka tetap setia kepada undang-undang Ilahi, kesanggupan mereka untuk mengetahui, menikmati dan mengasihi akan terus-menerus bertambah-tambah. Mereka akan selalu memperoleh pengetahuan yang baru dan memperoleh pengertian yang lebih jelas lagi tentang kasih Allah yang tidak terbatas dan yang tidak pernah gagal itu—Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 44, 45.


Komentar