PEMBEBASAN DARI KUBUR


 

PEMBEBASAN DARI KUBUR

'Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebabIaakan menarik aku. Sela' (Mazmur 49:16).

Di tengah-tengah bumi yang sedang bergoyang, sambaran kilat dan deru halilintar, suara Anak Allah memanggil orang-orang kudus yang sedang tidur,Iamemandang kepada kuburan orang-orang benar, lalu mengangkat tangan-Nya ke langit dan berseru, "Bangun, bangun, bangun, kamu yang tidur di lebu tanah, bangkitlah!" "Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai!" Dari seluruh penjuru dunia ini orang mati mendengar suara itu, dan mereka yang mendengar akan hidup. Dan seluruh dunia dipenuhi dengan bunyi derap langkah pasukan yang amat besar yang terdiri dari segenap bangsa, suku, bahasa dan kaum. Dari penjara maut mereka keluar, berpakaikan kemuliaan kekal, berseru, "Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" Dan orang-orang benar yang masih hidup dan orang-orang kudus yang dibangkitkan itu menyatukan suara mereka dalam pekik kemenangan yang panjang penuh kegembiraan.

Semua keluar dari kubur dengan perawakan yang sama pada waktu mereka dimasukkan ke dalam kubur. Adam, yang berdiri di antara orang-orang yang dibangkitkan itu, adalah seorang yang tinggi dengan bentuk yang mulia dengan perawakan sedikit lebih rendah dari Anak Allah,Iamemperlihatkan suatu perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan generasi yang kemudian. Dalam satu hal ini saja telah tampak kemerosotan luar biasa umat manusia. Tetapi semuanya bangkit dengan kesegaran dan tenaga kemudaan kekal .... Tubuh yang fana dan korup, tidak bagus dipandang yang sekali telah dicemari dosa, menjadi sempurna, cantik dan baka—Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 679, 680.

Rantai kekeluargaan akan dihubungkan kembali. Bila kita melihat pada kekasih kita yang sudah meninggal, kita boleh berpikir tentang pagi bila sangkakala Allah akan berbunyi, bila "orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah." Tidak lama kemudian, kita akan melihat Raja dalam kemuliaan-Nya—Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 267.


Komentar