DIA ADALAH PERISAI DAN PEDANG KITA



 DIA ADALAH PERISAI DAN PEDANG KITA

"Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN, perisai pertolongan dan pedang kejayaanmu!' (Ulangan 33: 29).

Pelayan yang bertugas di bawah panji-panji Imanuel yang berlumuran darah itu sering mengalami dan menghadapi tugas yang memerlukan keberanian dan usaha yang tekun. Prajurit salib itu akan berdiri teguh tak tergoyahkan di medan laga. Kalau musuh menekan dan mendesaknya, ia akan berpaling ke Benteng Yang Kokoh itu; dan seraya membawa janji-janji Allah yang terdapat dalam sabda-Nya, ia dikuatkan untuk melakukan tugas yang ditanggungnya itu.Iamenyadari perlunya pertolongan dari atas .... Dengan bergantung kepada kuasa itu, ia dapat menyampaikan pekabaran keselamatan itu dengan lebih berkuasa dan menimbulkan sambutan dalam hati orang lain—Pelayan Injil, hlm. 13,14.

Sementara Paulus mempunyai pemberian intelek yang tinggi, kehidupannya menyatakan kuasa kebijaksanaan yang jarang terjadi, yang memberikan kepadanya kecepatan pandangan dan simpati dari hati, dan membawa dia berhubungan rapat dengan orang-orang lain, menyanggupkan dia untuk bangkit kepada sifat yang lebih baik dan mengilhami mereka untuk kehidupan yang lebih tinggi. Hatinya dipenuhi dengan kasih yang sungguh-sungguh untuk orang-orang percaya di Korintus ....Iamengetahui bahwa pada setiap langkah dalam jalan orang Kristen mereka akan ditentang oleh perkumpulan setan, dan mereka harus melibatkan diri dalam pertentangan-pertentangan setiap hari.... Tetapi ia mengetahui juga bahwa dalam Kristus yang disalibkan mereka diberikan cukup kuasa untuk mempertobatkan jiwa, dan disesuaikan dengan kuasa Ilahi untuk menyanggupkan mereka melawan segala pencobaan kepada kejahatan. Dengan iman kepada Allah sebagai baju zirah mereka, dan dengan perkataan-Nya sebagai senjata peperangan mereka, mereka akan diperlengkapi dengan kuasa yang akan menyanggupkan mereka untuk mengesampingkan serangan-serangan musuh—Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 258, 259.


Komentar