Berita Mission Sabat 9 | 28 Mei | Angola Cristina Vita Cavimbi Ferraz, 21 Tahun - Hari Tuhan yang Benar


 

Hari Tuhan yang Benar

Saya dibesarkan di rumah seorang pendeta di mana saya belajar tentang Tuhan tetapi bukan tentang Sabat hari ketujuh. Ayah saya, seorang pendeta evangelis, mengajarkan saya untuk menghormati semua agama, tetapi dia tidak bersedia menginjakkan kaki di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang berada di kota kami dekat Luanda, Angola. Dia pernah mendengar rumor tentang gereja ini yang menakutinya, dan dia melarang saya serta anggota keluarga kami yang lain untuk ke gereja tersebut. Sebagai seorang yang sudah dewasa, saya pindah ke kota lain untuk bekerja, dan saya tinggal bersama seorang paman dan keluarganya. Saya mulai belajar Alkitab setiap hari dengan beberapa rekan kerja saat makan siang. Ada seorang Advent memimpin pelajaran Alkitab. Selain dia, semua menganggap bahwa hari Minggu adalah Hari Tuhan. Penegasannya mengenai hari Sabtu adalah hari Sabat Alkitab membuat saya bingung. Saya ingin tahu lebih banyak lagi, jadi dia memberi saya buku Advent dan satu set rekaman khotbah oleh seorang evangelis Advent. Saya membaca buku dan menonton khotbah itu, dan konflik besar terjadi di dalam diri saya mengenai apakah saya akan memelihara hari Sabtu atau hari Minggu. Suatu hari ketika saya pulang ke rumah, saya mendapati keluarga saya sedang menonton khotbahkhotbah itu. “Siapa pendeta ini?” paman saya bertanya. “Dia sangat cerdas, berbicara hanya apa yang tertulis di dalam Alkitab!” Saya merenung, “Saya juga ingin percaya hanya apa yang tertulis di dalam Alkitab.” Saya mulai belajar Alkitab secara mandiri. Seraya saya membaca, saya

memutuskan untuk tidak mengikuti tradisi manusia tetapi hanya mencari kehendak Tuhan. Kembali ke kota asal, saya meminta untuk mengadakan pertemuan bersama ayah saya dan para pemimpin lain di gerejanya, dan saya menyampaikan kepada mereka kebenaran-kebenaran baru yang telah saya temukan di dalam Alkitab. Saya berbicara tentang Sabat hari ketujuh, yang disucikan pada akhir minggu penciptaan dalam Kejadian 2: 2–3 dan diabadikan oleh jari Tuhan di atas batu Sepuluh Hukum dalam Keluaran 20: 8–11. Saya mengingatkan mereka bahwa Yesus dengan setia memelihara Sabat hari ketujuh sewaktu berada di bumi, dan muridmurid-Nya mengikuti teladan-Nya setelah Dia kembali ke surga. “Mengapa kalian tidak mengajarkan kebenaran ini di gereja kita?” Saya bertanya. 

Selagi ayah saya mendengarkan, para pemimpin gereja lainnya mengakui bahwa mereka telah mengetahui hari ketujuh itu adalah Sabat. Mereka tidak dapat menjelaskan mengapa mereka lebih memilih untuk memelihara hari Minggu. Tetapi mereka memperingatkan saya untuk tidak bergabung dengan gereja Advent. “Kamu nantinya akan kehilangan posisi pelayanan di gereja kita jika kamu melakukannya,” kata seseorang. “Kalau saya nantinya tetap dalam posisi pelayanan itu, saya hanya akan mengajarkan kebenaran seperti yang ditemukan dalam Alkitab,” kata saya. “Saya akan mengkhotbahkan kabar Advent itu.” Karena meresahkan, para pemimpin gereja mengirim surat ke gereja Advent setempat, menuliskan bahwa saya adalah anggota gereja mereka dan tidak akan menjadi seorang Advent.

 Walaupun demikian, saya terus belajar Alkitab dan akhirnya dibaptis oleh seorang pendeta Advent. Saat ini, saya telah menikah dengan pria yang mengajarkan tentang Sabat saat di tempat kerja. Hati saya dipenuhi dengan sukacita karena tiga dari saudara laki-laki saya telah dibaptiskan. Ayah dan ibu saya sedang mengikuti pelajaran Alkitab, dan saya mengimani bahwa mereka akan segera dibaptis. Mohon doakan mereka dan anggota keluarga saya yang lain untuk mencari hanya kehendak Tuhan seperti apa yang tertulis di dalam Alkitab. 

 Sebagian dari Persembahan Sabat Ketiga Belas triwulan ini akan membantu mendirikan empat proyek di Angola, negara asal Cristina, yang terdiri dari sebuah sekolah Advent di Luanda, dekat tempat tinggalnya, sebuah gereja Advent dan sekolah dasar di Kota Belize, sebuah pusat konseling dan kekerasan rumah tangga di Kota Lombe, serta asrama pria di Universitas Advent Angola di Kota Huambo. Terima kasih telah merencanakan persembahan dengan murah hati. 

Oleh Cristina Vita Cavimbi Ferraz.

Komentar