Berita Mission 6 Maret 2021 - Olahraga Mengubah Hidup

 Olahraga Mengubah Hidup


Jesus hampir kehilangan nyawanya ketika dia sedang menjalani operasi bahu yang sulit akibat cedera olahraga. Setelah operasi, dia merasakan keinginan yang kuat untuk melakukan sesuatu yang istimewa bagi Tuhan.

Tetapi apa?

Jesus memutuskan untuk berterima kasih kepada Tuhan dengan bekerja selama sebulan sebagai penginjil literatur setelah lulus dari Universitas River Plate di Argentina.

Dia akan memberikan semua penghasilannya dari menjual buku ke Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.

Selama tahun terakhir dalam kuliahnya, Jesus merasa sulit mengikuti kelas gimnastik. Rasa sakit di bahunya sering kambuh. Para dosen memperingatkannya bahwa dia tidak akan

lulus dari jurusan pendidikan jasmani jika dia tidak memenuhi semua persyaratan.

Dokter menyarankan untuk pindah jurusan yang lain.

"Jika anda terus mengikuti olahraga gimnastik, maka bahu Anda hanya akan bertambah buruk," kata dokter.

Jesus tidak ingin pindah jurusan disaat ia sudah hampir diwisuda. Selain itu, dia tidak punya uang untuk biaya kuliah di jurusan yang lain dan tinggal di universitas selama beberapa tahun lagi.

Sementara Jesus merenungkan masa depannya, seorang temannya, Marcos, bertanya apa yang dia rencanakan untuk dilakukan setelah lulus kuliah.

Jesus memberitahunya tentang idenya untuk bekerja selama sebulan sebagai penginjil literatur dan untuk memberikan semua penghasilannya kepada gereja Advent.

Marcos menyukai ide itu, tetapi dia punya ide yang lain.

"Mengapakah kamu tidak pergi ke Kirgistan?" dia bertanya.

Marcos pernah bekerja sebagai sukarelawan di sekolah Advent di Kirgistan selama setahun.


Tips Cerita
> Ucapkan Jesus sebagai: HYE-sus. > Unduh foto di Facebook (bit. ly/fb-mq).
> Unduh Pos Misi dan Fakta Singkat ESD di: bit.ly/2021-ESD.

Pos Misi
> Misi Kirgistan adalah bagian dari Misi Uni bagian Selatan dalam Divisi Euro-Asia. Misi ini memiliki 11 gereja dan 12 perkumpulan dan keanggotaan berjumlah 664. Dari populasi sebesar 6.457.000, ada satu anggota Advent untuk setiap 9.724 orang.
> Sekitar 90% dari populasi Kirgistan beragama Muslim, dan Misi Kirgistan memiliki pelayanan untuk Hubungan Advent-Muslim.

Jesus tidak pernah berpikir untuk bepergian ke belahan dunia yang iain, tetapi dia menyukai saran itu. Dia berdoa mengenai hal itu dan berjanji kepada Tuhan untuk pergi ke Kirgistan jika dia lulus tahun itu.

Ketika tiba saatnya untuk mengikuti ujian akhir mata kuliah gimnastik, Jesus berdoa meminta pertolongan untuk bisa memperagakan gerakan gimnastik yang tampaknya mustahil untuk dilakukan. Dia terkejut, ia ternyata berhasil menyelesaikan semua gerakan dengan sangat baik.

Fakta Singkat
>Ibu Kota Kirgistan adalah Bishkek, sebelumnya Pishpek (dan berganti nama menjadi Frunze di masa tahun-tahun Soviet) dan terletak di dekat perbatasan sebelah utara, di mana tempat ini awalnya Merupakan benteng untuk mengendalikan rute kafilah ke negara itu. Sekarang Bishkek memiliki populasi lebih dari satu juta orang.
> Bendera Kirgistan memiliki gambar matahari kuning dengan latar belakang merah. Empat puluh pancaran sinar matahari yang ada di bendera merujuk pada 40 suku yang bersatu dibawah pahlawan abad kesembilan, Manas, untuk melawan penjajah Uyghur. Garis-garis diagonal di tengah matahari merupakan simbolisasi dari atap yurt, hunian tradisional nomaden stepa Asia Tengah.

Setelah itu, dokter memeriksa bahu Jesus dan ia terkejut Luka yang lama telah sembuh total. Itu benar-benar sebuah mukjizat

Jesus diwisuda dan terbang ke Kirgistan satu bulan kemudian.

Setibanya di sekolah Advent di Tokmok, Jesus ditugaskan untuk mengajar mata pelajaran pendidik-
an jasmani dan menjadi pelatih kelas sepak bola pada sore hari yang diatur untuk anak-anak di lingkungan sekitar sekolah. Kelas sepak bola itu diadakan di gedung olahraga sekolah yang baru dibangun dengan bantuan dari Persembahan Sabat Ketiga Belas tahun 2017.

Tetapi itu bukan akhir dari cerita. Ketika Jesus dan anak-anak bertanding sepak bola bersama, Jesus memperhatikan perubahan yang besar dalam perilaku mereka. Anak-anak lelaki sering bertengkar dan berkelahi, tetapi mereka berhenti ketika Jesus memberitahu kepada mereka:"Kita ini adalah saudara. Kita tidak boleh bertengkar."

Setelah melihat beberapa anak lelaki minum alkohol, dia juga menyarankan mereka untuk meninggalkan kebiasaan itu.
"Itu buruk untuk tubuhmu" katanya. Anak-anak itu pun berhenti minum alkohol.

Jesus merasa senang bahwa dia telah memberikan satu tahun hidupnya untuk menjadi sukarelawan di Kirgistan.

"Saya bisa melihat perubahan yang besar dalam kehidupan para anak didik saya, "katanya. "Juga kita tidak pernah kalah dalam pertandingan melawan sekolah lain!"

Bagian dari Persembahan Sabat Ketiga Belas tiga tahun lalu telah digunakan untuk membantu membangun gedung olahraga di sekolah Advent Hari Ketujuh diTokmok, Kirgistan. Terima kasih telah mendukung pendidikan Advent di Kirgistan dan di tempat yang lain di Divisi Euro-Asia.0

Oleh: Andrew McChesney

Komentar