Berita Mission 29 Februari 2020 - Berdoa di Kamar Mandi

Berdoa di Kamar Mandi

Tahun pertama di kampus Advent di Spanyol merupakan tahun yang sulit bagi Dante Marvin Herrmann.

Dante memakai tabungannya yang terakhir untuk membayar uang kuliah tahunan sebesar 5.000 euro. Sembari berkuliah, dia juga harus bekerja untuk menghasilkan uang sebanyak 5.000 euro untuk membiayai kebutuhan istri dan kedua putranya.

Saat ini dia menjalani musim panas yang panjang jauh dari rumah karena dia harus bekerja sebagai penginjil literatur untuk membayar tahun kedua perkuliahannya.

Dante tidak masalah jika harus bekerja keras, tetapi sejujurnya dia tidak mendaftar di kampus Advent Sagunto untuk menjual buku. Dia ingin menghabiskan musim panas dengan mengunjungi satu gereja
ke gereja yang lain untuk bersaksi bagaimana dia, seorang Jerman yang bertato, telah meninggalkan kehidupan narkoba di Pulau Canary untuk menjadi Advent.

Dante ingin berbicara dengan Tuhan tentang masalah keuangannya. Dia berjalan ke tempat favoritnya yang agak sunyi, kamar mandi di apartemen, dan mengunci pintu. Dia bertelut dan mengungkapkan seluruh isi hatinya.

"Papa, tahun pertama telah saya lewati. Saya mendapat nilai terbaik di kelas dan saya tahu inilah panggilan-Mu," katanya.

Begitulah dia memanggil Tuhan dengan sebutan "Papa" dalam doa pribadinya.

"Papa, saya tahu Engkau menyediakan beasiswa untuk beberapa mahasiswa," lagi katanya. "Bantulah saya karena saya tidak ingin bekerja sebagai penginjil literatur yang terfokus untuk menghasilkan uang. Saya ingin berkhotbah tentang Yesus. Saya butuh keluasan saat berkhotbah.

Saya telah menggunakan seluruh tabungan saya. Papa, bantulah saya."

Dante terhenti sejenak dan menTips Cerita

> Unduh foto-foto di Facebook (bit.ly/fb-mq) atau di bank data ADAMS (bit.ly/Dante-Photos)

> Unduh foto-foto proyek Sabat Ketiga Belas: bit.ly/eud-2020-proj-ects.

Pos Misi

> Wilayah Spanyol terdaftar dalam Uni Konferens Latin saat diorganisasikan pada tahun 1902. B.G. Wilkinsons, JeanVuilleumier, dan Jules Robert dikirim pada tahuni 903 untuk meninjau kesempatan dan mengevaluasi prospek penginjilan di Spanyol, khususnya di kota besar, seperti Barcelona dan Madrid. Saat kembali, Jules Robert menulis "Setelah tinggal selama empat minggu di Spanyol, kami hanya dapat memberikan laporan yang baik tentang negara ini, terkait dengan fasilitas untuk penginjilan karena terlepas dari kondisi yang ada, Allah telah buka jalan" (dalam Messager de la Prophetie, Mei 1903).
"Baiklah Dante," bisik suara itu. "Yakinkah kamu bahwa Aku akan memberikannya kepadamu?"

"Engkau tahu bahwa saya tidak memercayainya," kata Dante."Tetapi saya sangat bersyukur bila Engkau membuat saya percaya itu terjadi dan terima kasih karena Engkau telah memberikan saya 50.000 euro"

Benar sekali. Sepuluh menit kemudian, Dante menerima 50.000 euro.

Setelah berdoa, dia meninggalkan kamar mandi dan menuju ruang tamu untuk melihat ibunya yang datang mengunjunginya.

"Hai," Dante menyapa sambil memasuki ruang tamu."Ibu, saya mengasihimu. Kau tahu kan, Bu."

Sang ibu terpaku di atas tempat tidur sambil menggenggam ponsel di tangannya. Wajah terlihat pucat seperti kertas.

"Apa ada apa?"tanya Dante "Sesuatu yang luar biasa terjadi" jawab ibunya.

"Kamu kan tahu, ibu telah berusaha selama 10 tahun belakangan ini untuk menjual rumah ibu di Jerman," jelasnya. "Jadi, ibu baru menerima pesan lewat Whatsapp dari seorang pria yang ingin membeli rumah itu dan dia menawarkan 50.000 euro, tawarannya lebih dari yang ibu minta."

Dante tidak dapat berbuat apa-apa. Dia merasa tidak pantas bila dia katakan "itu uang saya, saya berdoa untuk itu, bu"

"Tunggu sebentar ya, bu," katanya dengan suara lantang. "Tunggu sebentar. Saya harus ke kamar mandi." Dia mengunci pintu kamar mandi
dengarkan sebuah bisikan menjawab di dalam hatinya.

"Berapa banyakkah yang kamu butuhkan?"

"Coba saya ingat ya "kata Dante. "Saya masih ada lima tahun lagi berkuliah dan biayanya 10.000 euro per tahun. Saya membutuhkan 50.000 euro."

dan dia bertelut di lantai.

"Papa, seandainya saya meminta 100.000 euro, apakah Engkau akan memberikannya?" kata Dante. "Dante," kata suara itu. "Kamu meminta 50.000 dan Aku berikan

50.000 euro."

"Iya, tetapi seandainya saya minta 100.000 euro, apakah Engkau akan memberikannya Juga?"

"Iya, Aku akan memberimu

100.000 euro. Namun, kamu hanya minta 50.000 euro, jadi Aku berikan

50.000 euro."

"Bolehkan saya mengubah permintaan saya?"

"Tidak boleh" kata suara itu. "Kamu harus belajar berpikir yang lebih besar. Kamu selalu memikirkan hal yang kecil. Aku ingin kamu memercayai Aku. Aku ingin kamu yakin bahwa Aku akan memenuhi segala kebutuhanmu."

"Baiklah" kata Dante. "Tetapi siapa yang akan memberitahu ibu bahwa dia seharusnya memberikan uang itu kepada saya?"

"Percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya?"

"Iya, saya percaya. Saya percaya!" seru Dante.
Dia kembali ke ruang tamu tempat ibunya sedang duduk.

"Dante kamu tahu?" kata ibu saat Dante memasuki ruangan itu. "Ibu pikir, yang terbaik ialah ibu memberikan uang ekstra ini sehingga kamu bisa membayar biaya perkuliahanmu."

Dante, pria berusia 36 tahun yang akhirnya menyelesaikan tahun kedua perkuliahannya, memercayai tuntunan Allah bagi mereka yang taat dan beriman.

"Ketika Allah menjawab doa saya, saya sadari bahwa berjalan dengan Allah berarti berjalan dengan iman," ujar dante. "Allah tidak sepenuhnya mengungkapkan semua yang akan terjadi. Dia hanya memintamu untuk memercayai-Nya.

Sebagian dari persembahan Sabat Ketiga Belas triwulan ini akan membantu Kampus Advent Sagunto untuk memperluas kampusnya dengan gedung seminari yang baru sehingga mengizinkan banyak lagi mahasiswa seperti Dante untuk belajar melayani Allah. 
Oleh: Andrew McChesney

Komentar