Berita Mission 11 Januari 2020-Gereja Mukjizat

Gereja Mukjizat

Pendeta Stoyan Petkov berdoa selama 2 tahun untuk gedung gereja yang baru di Sofia, Bulgaria.

Tanpa sepengetahuannya, saat dia berdoa, para pemimpin gereja dunia di Amerika memutuskan untuk memberikan sebagian persembahan Sabat Ketiga Belas dari triwulan pertama di tahun 2020 untuk membangun gedung gereja baru bagi anggota jemaatnya.

Stoyan tidak tahu bahwa Allah sedang menjawab doanya hingga proyek Sabat Ketiga Belas ini terwujud.

Beginilah ceritanya!

Stoyan menjadi pendeta di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sofia West pada tahun 2015. Saat itu anggota jemaat beribadah di gedung Gereja Evangelis.

Bergereja di lokasi pusat kota
sangatlah sempurna, tetapi Stoyan menemui masalah. Gereja itu sebenarnya telah mati. Umat hanya berkumpul untuk ibadah hari Sabat, itu saja. Tidak ada kelas memasak atau program untuk anak-anak selama liburan. Tidak ada perkumpulan doa.

Dia pun berpikir untuk menghidupkan kembali jemaat itu. Langkah pertama yang dia buat ialah meminta izin pemilik gereja evangelis untuk menyewa gedung itu selama liburan, tetapi mereka menolak permintaannya tanpa alasan.

Gagal mendapat izin penyewaan, Stoyan memutuskan untuk mencari gedung untuk dibeli menjadi milik gereja. Dia menyusuri lingkungan dan sepanjang jalan daerah itu. Namun, tidak ada satu pun gedung dia temui. Dia tidak berhenti sampai di situ, dia malah mulai membentuk kelompok doa untuk mendoakan rencana tersebut.

Bulan berganti bulan.

Tips Cerita

> Tonton Stoyan di YouTube: bit ty/Stoyan-Petkov

>Unduh foto-foto di Facebook (bit.ly/fb-mq) atau bank data ADAMS (bit.ly/miracle-church)

>Unduh foto-foto proyek Sabat Ketiga Belas: bit.ly/eud-2020-projects

Pos Misi

> Pada tahun 1899, tulisan Eden. G. White yang berjudul "Steps to Christ'diterjemahkan ke dalam bahasa Bulgaria dan diterbitkan di Bulagaria. Buku ini merupakan buku Advent pertama yang diterjemahkan dalam bahasa tersebut.

> Populasi penduduk berjumlah 7.076.000, terdapat satu anggota Advent di antara 999 penduduk di Bulgaria.

> Biara Rila Bulgaria menyimpan sebuah salib kayu dengan 140 adegan di dalam cerita Alkitab yang berukuran mikroskopis. Gambar yang paling terbesar ukurannya, dari antara 1.500 gambar yang ada, memiliki ukuran yang lebih kecil dari satu butir beras.

Pada Maret 2017, Stoyan menghentikan pencarian gedung gereja. Sebaliknya, dia malah mengumumkan bahwa gereja akan mengadakan konser paskah.

Padahal, gereja ini tidak punya paduan suara. Paduan suara ini pun
tidak punya tempat untuk mengadakan konser. Namun, Stoyan tetap saja meminta para pemuda gereja untuk mengatur konser dan bernyanyi di konser itu. Puji Tuhan, mereka dengan sukarela membentuk paduan suara dan Stoyan menyewa sebuah aula dengan kapasitas 50 kursi untuk konser itu.

Ternyata tidak semua yang diharapkan berjalan dengan lancar. Beberapa hari sebelum konser itu dilaksanakan, pemilik gedung itu kembali dan mengatakan bahwa dia telah menyewakan gedung ini kepada orang lain.

Stoyan kecewa, dan sepanjang jalan pulang, dia berdoa. Saat dia melewati pusat perbelanjaan yang terdapat banyak toko-toko yang tidak lagi ditempati. Kemudian, terlintas dalam benaknya untuk berbicara dengan pemilik pertokoan itu. Sayangnya, dia hanya memiliki  sedikit uang dan katanya pemilik toko itu tidak tertarik untuk menyewakan salah satu dari toko miliknya kepada kelompok agama. Meskipun demikian, Stoyan tetap menemui si pemilik. Jawaban si pemilik mengejutkan Stoyan karena dia mengizinkan toko kosong miliknya disewakan untuk konser.

Konser itu sangat sukses.

Setelah konser, si pemilik bertemu dengan anggota-anggota gereja yang sedang membersihkan aula,

"Kalian adalah orang-orang yang menyenangkan," katanya. "Saya membayangkan situasi konser itu akan sangat ribut dan orang-orang akan berteriak-teriak di dalamnya, padahal kalian sangat santun."

Setelah dia mengetahui bahwa anggota jemaat membutuhkan tempat untuk disewa, si pemilik pertokoan menawarkan untuk menghancurkan dinding tengah yang membatasi dua toko agar menjadi aula yang luas. Dia pun menawarkan toko yang berada di lantai yang lain untuk digunakan gereja saat mengadakan program anak-anak. Biaya penyewaannya pun lebih murah daripada mengontrak gereja di luar kota.

Setelah Gereja West Sofia pindah ke pusat pertokoan, kehadiran anggota bertumbuh dengan cepat dan program gereja menjangkau keluar mulai menjamur. Pusat pertokoan pun terlihat berbeda. Pusat pertokoan yang tadinya kosong mulai ramai karena penyewa baru mulai berdatangan. Ini juga yang dirasakan si pemilik.

"Kalian membawa keberuntungan kepada saya dan sekarang banyak orang yang menyewa,"serunya.

Anggota gereja mulai membuat kelas kesehatan, kursus memasak, dan program anak-anak. Alhasil, di tahun pertama mereka bergereja di tempat itu, ada lima orang yang memberikan diri untuk dibaptis. "Dua tahun kemudian, ini yang tidak terbayangkan oleh saya" kata Stoyan. "Sebelumnya, saya hanya pergi ke gereja, berkhotbah, dan
kembali ke rumah. Sekarang, Allah telah membuka pintu."

Namun, gereja tetap membutuhkan gedung gereja sendiri. Pendeta itu menyadari bahwa harga sewa tidak selamanya akan murah. Bagaimanapun juga keanggotaan gereja yang telah mencapai 120 orang ini harus meninggalkan ruangan kecil dan bertumbuh di dalam aula.

Saat itulah, Stoyan tahu dari para pemimpin gereja di Bulgaria bahwa gereja ini telah dipilih untuk menerima sebagian dari persembahan  Sabat Ketiga Belas di triwulan pertama pada tahun 2020.

Stoyan sangat senang

Stoyan berkata, "Jika melihat kembali ke belakang, semua yang terjadi bukanlah kebetulan. Semua hal baik mulai terjadi ketika kami berhenti mengkhawatirkan tentang gedung gereja baru dan mengalihkan perhatian kita ke penginjilan. Allah telah menyediakan tempat yang baru untuk disewakan ketika kami berencana untuk mengadakan konser Paskah, katanya. Saat itulah saya tahu bahwa suatu hari Allah akan menyediakan gedung gereja baru bagi kami. Sangatlah penting untuk memajukan penginjilan." Terima kasih atas persembahan Sabat Ketiga Belas yang berlimpah untuk membantu pembangunan gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sofia West yang baru di ibu Kota Bulgaria, Sofia.
Oleh: Andrew McChesney


Komentar