Berita Misi 4 Januari 2020 - Mukjizat di Tahun Baru

Mukjizat di Tahun Baru

Tiga wanita paruh baya memutuskan untuk mendoakan kerabat mereka yang tidak seiman saat hari libur terbesar di Bulgaria, perayaan tahun baru.

Trio ini merupakan anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sofia West. Mereka berdoa pada pukul 23.30 dan pukul 12.15 di rumah mereka yang berada di Ibu Kota Bulgaria.

Pada tanggal 31 Desember, ketika waktu yang ditentukan untuk berdoa tiba, Maria Bachvarova meninggalkan suami dan anak lelakinya yang dewasa dan menyelinap ke ruangan lain di rumahnya saat perayaan tahun baru. Dia berdoa agar suami dan anaknya akan menerima Yesus. Tiba-tiba dia teringat adik laki-lakinya, Nikolai. Dia mengundang Nikolai, pria paruh baya berumur 66 tahun, ke rumahnya, tetapi Nikolai tidak datang.

Nikolai adalah pria yang ramah, rajin, dan jujur, tetapi dia mengalami rentetan ketidakberuntungan. Dulu, dia adalah pebisnis eksekutif yang berpenghasilan tinggi, tetapi tiba-tiba bisnisnya bangkrut dan akhirnya dia ditinggalkan oleh istrinya. Kemudian dia bekerja sebagai satpam di tempat konstruksi dengan gaji yang sangat rendah.

Maria mendoakan Nikolai selama 25 menit. Kemudian Maria kembali mendoakan keluarganya selama 20 menit, setelah Itu dia kembali berdoa. Sayangnya, Nikolai tetap tidak datang malam itu.

Namun, keesokan harinya Nikolai datang ke rumah Maria dan berbagi cerita dengannya. Ternyata, kemarin malam, dia seharusnya mengawasi tempat konstruksi. Namun, saat dia tiba di sana, teman satpamnya meminta dia untuk pulang karena pria itu sedang menunggu istrinya untuk merayakan malam tahun baru bersama di tempat itu.

Nikolai akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah kakak perempuannya. Dia pun berjalan menuju tempat pemberhentian kereta listrik. Saat itu pukul 22.30 dan tidak satu pun kereta listrik yang lewat setelah dia menunggu selama dua jam.

Tiba-tiba sebuah jendela terbuka di gedung apartemen yang baru dibangun, yang letaknya di belakang tempat pemberhentian kereta listrik. Kemudian, seorang pria dan wanita muncul di jendela itu dan mengundangnya.

Nikolai pun berjalan memasuki apartemen yang dilengkapi dengan perabotan-perabotan rumah yang terbaik dan dia memilih duduk di kursi yang nyaman. Lalu, dia menyantap makanan yang enak dan pemilik apartemen itu memutarkan musik Makedonia yang merupakan musik favoritnya. Sebagai pebisnis eksekutif, dia pasti memiliki selera yang tinggi dalam segala hal dan saat itu dia seperti sedang mengulang kembali kenangan indah di , masa lalunya. Saat pagi menjelang, tuan rumah itu membangunkannya dan mengatakan bahwa sebuah taksi telah menunggunya di luar dan mereka telah membayar ongkos taksi tersebut. Saat berpamitan mereka memberikan cek sebesar 50 Jev Bulgaria atau sekitar 30 dolar AS. Nikolai hampir pingsan saat menerimanya.
Ketika Nikolai meyelesaikan kisahnya, Maria yang dengan serius mendengarkan cerita Nikolai dari awal pun berlinang air mata. Maria berkata: "Allah telah menjagamu kemarin malam."

Maria kemudian melangkah ke ruang yang lain dan kembali dengan membawa sebuah Alkitab dan buku Advent untuk diberikan kepada pasangan yang telah membantu Nikolai. 'Ucapkan 'terima kasih'dari saya untuk mereka, ya," katanya.

Beberapa hari kemudian, Nikolai mengembalikan Alkitab dan buku itu kepada Maria.
Tips Cerita
> Mintalah anggota gereja untuk membagikan nama-nama anggota keluarga yang tidak percaya dan kemudian berdoalah dengan menyebutkan nama mereka.
> Tonton Maria di YouTube:bit. ly/Maria-Bachvarova.
> Unduh foto di Facebook(bit. Iy/fb-mq) atau bank data ADAMS(bit.ly/new-years-mir-ade).
> Unduh foto proyek Sabat Ketiga Belas: bitly/eud-2020-proyek.

"Aneh rasanya", kata Nikolai. "Ketika saya kembali ke gedung apartemen itu, saya dapati pembangunan gedung itu belum selesai dan tak seorang pun tinggal di gedung itu." Pasalnya, gedung apartemen itu kosong. Saat itu pula, Maria mengerti bahwa Allah telah mengirim para malaikat untuk menjaga satu-satunya saudara lelakinya di perayaan tahun baru. Allah telah mejawab doanya untuk Nikolai.

Setelah mukjizat yang terjadi di tahun 2012 itu, Nikolai mulai mendatangi gereja bersama kakaknya di hari Sabat. Allah mendengar kita saat kita mendoakan orang-orang yang kita kasihi yang tidak seiman. Seperti halnya Nikolai dan Maria, Allah menjawab doa dengan cara yang ajaib.

Sebagian dari persembahan Sabat Ketiga Belas triwulan ini akan menolong gereja Maria, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sofia West berpindah dari tempat sewaan ke gedung milik sendiri.

Senjata dan Buku

Maria Bachvarova dan seorang temannya memutuskan untuk menjual buku Advent dari rumah ke rumah di sebuah apartemen bertingkat tinggi di Sofia.

Kedua wanita ini mulai menjual dari lantai dasar hingga lantai atas dan berhenti pada setiap pintu.

Di lantai tertinggi, Maria dan temannya keluar dari lift dan melihat ada enam pintu apartemen. Saat mereka berhenti untuk memilih sebuah pintu untuk diketuk, tiba-tiba keenam pintu itu terbuka. Enam pria bertubuh kekar. Dia mengenakan jaket hitam, kemeja putih, dan berdasi hitam keluar dari pintu tersebut dan menodongkan senjata kepada mereka.

"Kami hanya menawarkan buku-buku," Maria menjawab dengan terbata-bata dan dengan kasar para pria ini memaksa mereka untuk kembali ke dalam lift. "Pergi", kata salah seorang dari mereka.

Karena ketakutan, Maria menekan tombol yang salah. Bukannya menekan tombol bagian bawah, dia malah menekan tombol bagian atas. Ketika pintu lift terbuka, mereka hanya melihat satu pintu. Walau ketakutan, mereka merasakan ada desakan yang kuat untuk pergi menuju pintu penthouse apartemen. Mereka pun berdoa dan menekan bel pintu itu.

Seorang wanita yang berparas elegan pun menjawab. "Siapakah yang Anda cari?" tanyanya.

"Kami memiliki buku-buku yang menarik yang ingin kami tunjukkan untuk Anda", kata Maria. Wanita itu sekilas melihat buku Ellen. G. White yang berjudul Conflict of Ages dan buku-buku yang lain dan berkata: "Saya akan membeli semua buku itu".

Akhirnya Maria mengetahui bahwa lantai tempat mereka disambut dengan senjata adalah milik seorang bos mafia. Para pria kekar yang membawa senjata adalah pengawalnya. Namun, sangat disayangkan, bos mafia itu terbunuh di keesokan harinya. Tetapi, Maria tidak pernah sanggup memasuki gedung itu kembali. "Saya bersyukur kepada Allah karena kami sanggup membagikan buku-buku itu kepada wanita yang berada di lantai atas," kata Maria.

Oleh: Andrew McChesney

Komentar