Berita Mission Sabat 1 | 6 Juli 2019 | Memenangkan Orang Tua Pemabuk

Memenangkan Orang Tua Pemabuk


Orang tua Talitha Hoyato di kenal sebagai pemabuk dan penjudi di kota Goroka. Goroka adalah satu kota yang berada di pegunungan Papua Nugini. Orang tua Talitha sangat sibuk mengurus minuman dan perjudian sehingga sering melupakan anak perempuan mereka yang berumur 8 tahun di rumah dan tidak keberatan ketika tetangga yang baik hati meminta untuk mengadopsi anak perempuan itu.

Tetangga mereka itu membawa Talitha kecil ke rumah mereka dan menyuruhnya memanggil ibu angkatnya itu "mama."

Pada suatu pagi Talitha bangun dan melihat pada jam alarm ibu angkatnya menunjukkan pukul 05.00.Talitha melihat ibu angkat-
nya itu turun dari tempat tidur dan bertelut serta berdoa dengan suara kuat kepada Tuhan. Setiap kali ibu angkatnya ini berdoa, ia selalu menyebutkan nama Talitha dalam doanya. Lalu ibu angkatnya membuka satu buku berwarna hitam dan membacanya. Setelah Itu Talitha melihat ibu angkatnya berdoa dan membaca lagi. Beberapa hari kemudian beberapa tamu berkunjung ke rumah ibu angkatnya dan berbincang-bincang tentang beberapa masalah. Lalu ibu angkatnya berdoa dengan beberapa perempuan itu dan memberikan nasihat dari buku hitam itu. Pada akhirnya Talitha menyadari bahwa buku hitam itu adalah Alkitab.

Talitha mulai mengikuti cara ibu angkatnya. Ketika jam alarm ibu angkatnya berbunyi, Talitha bertelut dan berdoa serta membaca Alkitab. Ibu angkatnya telah mengajar Talitha untuk membagikan apa yang Talitha telah pelajari dalam Alkitab bersama teman-teman lainnya. Sementara Talitha berdoa, membaca dan rindu menguatkan imannya, Talitha melihat bahwa Tuhan telah menjawab doanya. Talitha percaya kepada Tuhan.

Beberapa tahun berlalu, dan Talitha bertumbuh menjadi seorang remaja. Pada saat Talitha berumur 17 tahun, ia pun dibaptis. Setelah Talitha dibaptis, ibu angkatnya berkata kepada Talitha bahwa Talitha perlu untuk kembali ke rumah orang tuanya.

Lalu Talitha bertanya dengan sedih sambil menangis, apakah artinya ini? Ibu benar-benar menginginkan saya kembali ke rumah saya? Sambil meneteskan air mata ibu angkatnya menjawab, karena Talitha sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi, maka Talitha harus kembali ke rumah orang tuamu dan beritahukan mereka tentang Yesus!

Ellen White berkata dalam buku Perumpamaan-Perumpamaan Tuhan Yesus halaman 67,"Jika engkau telah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadimu, sangkal dirimu, dan berusahalah untuk menolong orang lain. Berbicaralah dalam kasih Yesus Kristus, ceritakanlah kebaikan-kebaikan-Nya. Lakukanlah setiap kewajiban kita sekarang ini."


 Tips Cerita
>Tanyakan kepada pendengar bagaimana mereka bisa "bersaksi kemana pun mereka pergi "Salah satu jawabannya adalah seperti Talitha. Mereka bisa membaca Alkitab setiap pukul 05.00 dan membagikan kepada teman-teman, keluarga dan lain-lainnya tentang apa yang mereka baca.
> Tontonlah video dari Talitha pada situs jaringan: bit.ly/ Talitha-Hoyato
>Temukan foto-foto dari cerita ini pada situs jaringan: bit. Iy/fb-mq
>Baca cerita tentang Talitha yang lain pekan depan.


Saat Talitha kembali ke rumah orang tuanya, orang tuanya sangat senang menyambut Talitha pulang ke rumah. Talitha juga disenangi oleh tiga adik kandungnya, dua saudara laki-laki dan satu saudara perempuan yang sudah lama tidak bertemu. Pada waktu malam, Talitha mengatur jam alarm pukul 05.00 untuk bangun dan berdoa serta membaca Alkitab.

Talitha berusaha menyampaikan kepada orang tuanya apa yang dia telah baca, tetapi mereka menolak untuk mendengar. Lalu pagi itu Talitha pergi ke pinggiran tempat tidur orang tuanya yang masih tidur dan menceritakan cerita Alkitab. Lalu Talitha berdoa untuk mereka.

Talitha ingat apa yang ibu angkatnya katakan: "Untuk menobatkan jiwa bukanlah urusan kita, itu urusan Tuhan!"

Setelah satu tahun, ibunya menyetujui untuk pergi ke gereja namun ekspresi wajah ibunya seperti khawatir bahwa anggota gereja akan menertawakannya karena mereka adalah keluarga pemabuk dan penjudi. Tetapi Talitha mengatakan kepada ibunya, jangan takut! "Allah melihat hati.'Talitha berkata, jika Yesus ada di sini, la akan menyatu dengan orang-orang seperti mama. Karena itu jangan takut tentang apa yang orang lain katakan. Ada sukacita yang besar di Surga ketika satu jiwa yang berdosa bertobat."

Ayahnya tidak berkata apa pun ketika ibunya kembali dari gereja. Talitha mengundang ayahnya untuk bersama-sama dengan mereka namun ayahnya menolak. Ayahnya katakan, engkau masih anak kecil. Jangan suruh ayah masuk gereja!

Talitha tetap berdoa untuk ayahnya. Talitha mengubah doanya ketika ia membaca Daniel 4:28-37. Talitha membaca bahwa Allah dapat mengubah hati Nebukadnezar menjadi binatang supaya raja dituntun mengakui Dia.

Talitha berdoa, ya Tuhan, jika Engkau dapat mengubah raja menjadi binatang dan juga mengubah raja menyadari Engkau adalah Allah, lihatlah ayahku, dia hanya manusia biasa. Lakukanlah sesuatu sehingga ayahku merasa menderita dan mengakui Engkau adalah Tuhan.

Singkatnya sesudah Talitha mulai berdoa, ayahnya diberhentikan dari tempat kerjanya sebagai ahli listrik karena selama ini ayahnya tidak melengkapi dokumen kontrak kerja sehingga oleh pemilik perusahaan tersebut ayahnya dijebloskan ke dalam penjara. Selama dalam penjara ayahnya mulai percaya kepada Yesus Kristus. Ketika ayahnya bebas setelah tiga bulan di penjara, ayahnya mengikuti kelas baptisan di gereja.

Talitha sangat bersukacita! Tetapi satu bulan kemudian, ayahnya meninggal dunia pada usia 45 tahun karena demam penyakit tifus.

Talitha tidak mengerti apa yang terjadi. Tetapi Talitha berkata bahwa Allah menjawab doanya. Talitha berkata: Saya berharap ayah saya dapat menjadi anggota gereja Advent dan saya berharap kami pergi ke gereja bersama-sama sebagai satu keluarga, tetapi hal itu tidak terjadi. Tetapi saya senang karena ayah saya meninggal dalam iman kepada Yesus. Iman saya, ketika Yesus datang, kami akan pergi ke Surga sebagai satu keluarga. Talitha sekarang berumur 19 tahun dan sedang mengikuti pendidikan sebagai guru. Talitha berbahagia karena dia memiliki 2 orang ibu. Saya selalu berterima kasih karena ibu angkat saya telah mengajar saya sebagai murid Yesus di masa kanak-kanak saya. Talitha juga berkata, sekarang saya telah menjadi bagian saksi Yesus di mana pun saja saya pergi.

Tiga tahun lalu, bagian dari komitmen Persembahan Sabat Ketiga
Belas telah menolong membangun ruang kelas Sekolah Sabat Anak-anak di kotanya Talitha yaitu di Goroka, Papua Nugini.

Terima kasih untuk komitmen Persembahan Misi Sekolah Sabat yang Anda berikan. 

Oleh: Andrew McChesney