Sekolah Sabat 23 Mei 2019 - Berjuang untuk Anak Anda yang Hilang

Berjuang untuk Anak Anda yang Hilang

Baca Amsal 22: 6. Apakah pengertian Anda mengenai ayat ini? Apakah ini adalah satu jaminan, satu janji, atau satu kemungkinan?
Kadang-kadang sebagai orang tua Anda melakukan apa yang seharusnya dilakukan—meluangkan waktu untuk mengajar anak-anak Anda mengenai hal-hal yang baik, hidup menurut pengetahuan Anda mengenai Allah, mengirim mereka ke sekolah-sekolah yang baik, datang ke gereja secara teratur, terlibat dalam pekerjaan misi dengan mereka—dan pada akhirnya mereka meninggalkan iman di mana Anda membesarkan mereka. Perasaan sakit sangat menyiksa, dan Anda tidak pernah berhenti mengkhawatirkan akan keselamatan mereka. Penyebabnya bukanlah kesalahan orang tua. Anak-anak memiliki pikiran mereka sendiri dan akhirnya bertanggung jawab kepada Allah akan tindakan mereka.

Beberapa orang mengambil kata-kata “ketika dia sudah tua dia tidak akan meninggalkannya” sebagai sebuah janji, jaminan bahwa pengasuhan yang tepat akan selalu menghasilkan keselamatan bagi anak mereka. Tetapi kitab Amsal sering memberi kita asas dan tidak selalu merupakan janji tanpa syarat. Apa yang bisa kita ambil dari teks ini adalah jaminan bahwa pelajaran yang dipelajari di masa kecil akan berlangsung seumur hidup. Setiap anak akan mencapai usia ketika mereka menerima warisan orang tua mereka sebagai milik mereka atau mereka akan menolaknya. Orang tua yang berhati-hati memberikan anak-anak mereka pelatihan dengan memiliki keyakinan bahwa apa yang mereka ajarkan kepada anak-anak mereka akan selalu ada bersama mereka, dan ketika anak-anak mereka pergi, benih yang mereka tanam di dalam hati mereka akan terus berada di dalam mereka. Menjadi orang tua yang baik adalah pilihan kita; bagaimana kelak anak kita nanti adalah pilihan mereka.

Apakah yang seharusnya orang tua lakukan ketika seorang anak tersesat? Bawalah anak Anda kepada Allah dalam doa yang sungguh-sungguh. Jika ada orang yang mengerti kesedihan Anda, itu adalah Allah, yang bermiliar orang anak-anak-Nya telah berbalik membelakangi-Nya, orang tua yang sempurna. Anda dapat mendukung anak-anak Anda yang hilang dengan cinta dan doa dan siap untuk berdiri di samping mereka sewaktu mereka bergumul dengan Tuhan.

Jangan malu untuk meminta pertolongan dan doa, jangan salahkan diri Anda, dan jangan terlalu terpusat pada anak tersebut sehingga Anda melupakan anggota keluarga yang lain. Mengasuh anak yang hilang dapat mengakibatkan rumah tangga Anda menjadi terbagi; jadi, bangun satu kesatuan dengan pasangan Anda dan tetapkan batas-batas yang jelas untuk anak Anda tersebut. Ingat bahwa Allah lebih mengasihi anak Anda, lihatlah masa depan yang cerah, dan terimalah bahwa Allah sedang bekerja di dalam anak Anda.

Sangat alami dalam situasi seperti itu untuk menyalahkan diri sendiri. Dan bahkan jika Anda melakukan kesalahan, mengapakah lebih baik fokus pada masa depan dan janji-janji Tuhan? Lihat Flp. 3: 13.