Renungan Pagi 8 Mei 2019 - PEMELIHARAAN UNTUK SETIAP KEADAAN DARURAT

PEMELIHARAAN UNTUK SETIAP KEADAAN DARURAT


"Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai" (Ibrani 2:3).

Perancang keselamatan membuat rencana itu sempurna; setiap fasenya sempurna. Dosa seluruh dunia dibebankan kepada Yesus, dan Keilahian memberikan nilai tertinggi pada penderitaan kemanusiaan di dalam Yesus agar seluruh dunia bisa diampuni melalui iman kepada Pengganti. Yang paling bersalah tidak perlu takut karena Allah akan mengampuni, sebab ampuhnya korban Ilahi sehingga putusan hukum akan dibatalkan. Melalui Kristus pendosa bisa kembali bersekutu dengan Allah.

Betapa indah rencana penebusan dalam kesederhanaan dan kepenuh-annya. Tidak hanya menyediakan pengampunan penuh bagi pendosa tetapi juga bagi pemulihan pelanggar, membuat jalan agar dia bisa diterima sebagai seorang anak Allah. Melalui penurutan ia bisa menjadi pemilik kasih dan kedamaian dan sukacita. Imannya bisa mempersatukan dia dalam kelemahannya, kepada Kristus, sumber kekuatan Ilahi, dan melalui kebaikan Kristus ia boleh menemukan persetujuan Allah, karena Kristus telah memenuhi tuntutan hukum, dan Ia mempertalikan kebenaran-Nya kepada jiwa yang menyesal dan percaya....

Sungguh kasih yang menakjubkan dipertunjukkan oleh Anak Allah.... Kristus mengambil orang berdosa dari kemerosotan yang terendah, dan membersihkan serta meninggikan derajatnya. Dengan melihat Yesus sebagaimana adanya Dia, maka orang berdosa diubahkan dan ditinggikan sampai ke tempat tertinggi, bahkan ke tempat duduk bersama Kristus di atas takhta-Nya.

Rencana keselamatan tersedia bagi setiap keadaan darurat dan bagi setiap kebutuhan jiwa. Jika kurang, maka si pendosa bisa menemukan alasan meminta kekurangannya, namun Allah yang kekal mengetahui semua kebutuhan manusia, dan persediaan yang limpah disiapkan untuk memenuhi setiap kebutuhan.... Lalu apakah yang bisa dikatakan oleh si pendosa pada hari besar penghakiman tentang mengapa ia menolak memberikan perhatian yang paling bersungguh-sungguh dan serius pada keselamatan yang ditawarkan baginya?