BERITA MISSION SABAT 4 | 27 APRIL 2019 - Mengapakah Saya Dilahirkan?



Seorang wanita berdiri di halte bus di Ibu Kota Uruguay, Montevideo. Dia punya uang di dompetnya untuk tujuan khusus, dan dia sedang menunggu bus.

Tiba-tiba, dia mulai bergetar. Dia merasakan sesuatu bergerak di dalam dirinya.

Bus itu datang dan berhenti, tetapi dia berbalik. Lalu ia menyeberang jalan ke toko roti dan menggunakan sebagian uangnya untuk membeli kue.

Di rumah, suaminya bertemu dengannya di pintu."Cepat sekali sudah sampai?"tanyanya."Ya, saya memutuskan untuk tidak melakukannya," katanya. Beberapa bulan kemudian, Graciela Musetti lahir. Ibu Graciela, Maria, tidak pernah membiarkan putrinya melupakan hari itu.

Masa Kecil yang Tidak Biasa

Graciela tumbuh besar di antara batu nisan. Ketika dia berumur 18 bulan, saudara perempuannya yang berusia 18 tahun tewas dalam kebakaran pabrik yang tragis yang menewaskan sekitar 20 orang. Setiap hari, ibu membawa Graciela ke kuburan dan, saat dia berkabung di makam putrinya yang lebih tua, Graciela lari cepat-cepat di antara batu nisan. Gadis kecil itu mengambil bunga dari kuburan dengan buket besar dan menaruhnya di kuburan kosong.

Di rumah, ibu memperkenalkan Graciela kepada tamu dengan mengatakan: "Tuhan mengambil satu anak perempuan dari saya dan memberi saya yang ini." Kemudian dia menceritakan kisah tentang apa yang terjadi di halte bus, membicarakan hal itu dengan ringan, seperti lelucon. "Graciela tidak seharusnya dilahirkan," katanya, tersenyum.

Graciela merasa bersalah dan tidak aman. Dia merasa seperti telah menggantikan seorang saudari yang merupakan cahaya dalam rumah. Beberapa tahun berlalu, dan orang tuanya bercerai. Graciela memiliki seorang putra pada usia 15 tahun. Kemudian abang tertuanya meninggal karena serangan jantung. Kematian tersebut membuat hati ibunya hancur, dan selama beberapa bulan Graciela menemani ibu ke pemakaman untuk mengunjungi makam kakak tertuanya.

Tips Cerita

> Tonton video Graciela di tautan: bit.ly/Graciela-Musetti

> Temukan foto untuk kisah ini di tautan: bit.ly/fb-mq

Pos Misi

> Uruguay memiliki 59 gereja dan 50 perkumpulan. Ada 7.890 anggota dalam populasi Uruguay sebesar 3.457.000, atau satu orang Advent untuk setiap 438 warga Uruguay.

> Orang Advent pertama di Uruguay adalah Mrs. Juan Rivoir, yang datang ke Uruguay bersama suaminya pada tahun 1890 dan yang empat tahun sebelum kedatangannya, telah mendengarkan khotbah oleh Ellen White di Piedmont, Italia.

Beberapa tahun kemudian berlalu, dan Graciela satu-satunya yang masih hidup dari saudara-saudaranya, satu lagi saudara laki laki yang lebih tua, tewas tertabrak mobil saat dia mengendarai sepedanya. Graciela tidak tega memberitahu ibunya. Dia merasa seperti satu-satunya yang selamat dari tragedi besar.

Ibu menjadi tua, dan Graciela merawatnya sampai dia meninggal. Dalam tahun-tahun terakhirnya, ibu terbaring di tempat tidur setelah menderita stroke.

Suatu hari, Graciela menemukan radio NuevoTiempo, radio lokal Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Pada saat dia mendengarkan sebuah program, dia tertarik pada suara pendeta, yang dia temukan damai dan menenangkan.

Pada saat yang sama, dia mendengarkan seorang pendeta di stasiun radio lain yang menyerang Gereja Advent termasuk Ellen White salah satu pendiri gereja Advent pada saat itu. Kemarahannya menarik perhatian Graciela, dan dia memutuskan bahwa dia ingin membaca buku Ellen White. Tetapi di manakah dia dapat menemukannya?

Graciela mengunjungi perpustakaan dan toko buku, tetapi tidak ada yang punya buku tersebut.

Suatu hari, putranya yang dewasa mengunjungi toko sepatu dan melihat sebuah buku tergeletak di kursi. Dia meliriknya dan membawanya ke ibunya."Lihat, ibu, ini adalah sesuatu yang akan ibu sukai,"katanya.

Buku dari Tuhan

Graciela mengambil buku itu ke tangannya dan membaca judul,
"Pengharapan Besar"Di bawahnya, dia melihat nama penulis, Ellen White. Dia mulai gemetar.

"Ini adalah Tuhan yang bertindak dalam hidupku!" serunya. "Dia telah mengirim saya buku ini!"

Sejak saat itu, Graciela tidak memiliki keraguan tentang Ellen White— bahkan sebelum dia membaca buku itu."Tuhan menggunakan buku ini untuk memanggil saya ke jalan-Nya," kata Graciela.

Dia menelepon NuevoTiempo untuk informasi lebih lanjut, dan stasiun radio mengirim seorang anggota gereja Advent, Miguel Amaro Speranza, untuk memberikan pelajaran Alkitab.

Segera Graciela dibaptis ke dalam gereja Advent La Teja, sebuah gereja yang didanai oleh Persembahan Sabat Ketiga Belas tahun 2016. Saat ini, dia adalah anggota gereja aktif, memberikan pelajaran Alkitab dan membantu orang-orang di lingkungannya. Melalui pengaruhnya, empat orang telah dibaptis.

Graciela bertanya-tanya dalam hidupnya mengapa dia dilahirkan. Sekarang dia punya jawabannya.

"Sejak saat saya berada di dalam rahim ibu saya,Tuhan bekerja dengan saya," kata Graciela, 52 tahun."Jika ibu saya melakukan aborsi, siapa yang akan merawatnya? Siapa yang akan menjaga ayahku, yang sekarang berumur 94 tahun dan terbaring di tempat tidur?

"Tuhan selalu mengendalikan segalanya," katanya. Saya tidak tahu apa yang Dia lihat dalam diri saya, tetapi Dia menyelamatkan saya. Saya berharap untuk membuat lebih banyak murid bagi-Nya."

Terima kasih atas Persembahan Sabat Ketiga Belas Anda yang membantu Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh La Teja berpindah dari rumah sewaan kecil ke gedung gereja dan pusat komunitas sendiri. Terima kasih atas persembahan misi Anda yang membantu memimpin orang-orang seperti Graciela kepada Kristus.

Oleh: Andrew McChesney