Berita Mission 23 Maret 2019 - Selamatkan Angola


Paulo sangat membuat ibunya marah pada saat ia berhenti bekerja dan sebagai gantinya ia berkhotbah bagi para narapidana.

Paulo dibesarkan dalam keluarga Gereja Masehi Advent Hari ketujuh di Angola, bekerja sebagai guru di sekolah umum Pendapatannya ia gunakan untuk membayar biaya kuliah di universitas membantu ibunya serta kesepuluh saudara nya. Sebagai anak sulung, dialah yang bertanggung jawab terhadap keluarga oleh sebab ayahnya telah meninggal dunia akibat penyakit demam tifus.

Tetapi pada tahun kedua sementara ia berkuliah, ia juga terserang penyakit demam tifus sehingga masuk rumah sakit di Benguela sebuah kota dengan penduduk sebanyak 130. 000 jiwa yang berada di pesisir pantai Atlantik Selama dua bulan ia terbaring di rumah sakit. demam yang sangat tinggi menyerang tubuhnya Anggota-anggota gereja Advent setempat berdoa bagi kesembuhannya bahkan mereka membayar tagihan perawatan dan pengobatannya.

'Ketika saya sembuh dan keluar rumah sakit saya bertekad untuk mengubah kehidupan saya," kata Paulo Keluar dari rumah sakit ia kemudian berhenti mengajar di sekolah dasar juga berhenti mengikuti kuliah di universitas. 'Saya tidak ingin kembali mengerjakan itu semua karena saya takut saya akan kembali kepada pola hidup yang lama." ucap Paulo

Paulo ingin bersekolah teologia di Universitas Solusi yang berada di Zimbabwe Tapi ia butuh uang untuk membayar biaya kuliah—jadi ia menunggu untuk tahun ajaran berikutnya yaitu pada bulan Januari Jadi Paulo menggunakan waktu selama tujuh bulan berkhotbah kepada para narapidana. Dengan pertolongan dari sahabat yang bekerja di penjara ia mendapatkan kesempatan untuk masuk ke penjara mengunjungi para narapidana di sana bersama ketua jemaat setempat yang membidangi pelayanan penjara. Hasilnya 20 jiwa yang menerima baptisan di penjara yang ada di Benguela.

Seluruh anggota keluarganya tidak mengerti dengan kehidupan yang baru paulo. Paulo tidak lagi mempunyai pekerjaan untuk menolong keluarga. Pada pandangan mereka tidak ada jaminan pekerjaan jika telah berhenti kuliah di universitas . Ibunya tidak mengakuinya  lagi.

Kemudian Paulo tiba di Universitas Solusi pada bulan Januari dengan modal yang pas-pasan hanya untuk makan dan belajar bahasa inggris. Ia hanya dapat berbahasa Portugal jadi ia perlu belajar bahasa inggris untuk berkuliah di universitas itu Paulo pun berdoa jika Tuhan mengizinkan saya bersekolah di tempat ini sampai selesai saya akan bekerja dalam pelayanan sepenuh waktu saya akan tunjukkan kepada mereka yang membutuhkan Kristus mengapa saya berada di Solusi"

Di kampus ia dengan cepat mendapati bahwa ia  harus  banyak belajar tentang Tuhan Meskipun keluarganya ada orang Advent ia dibesarkan dalam sebuah negara pembalas dendam akibat selama 27 tahun terjadi perang di  

Pos Misi

> Angola merupakan bagian dari Daerah Misi Anggota Utara - Timur dan Daerah Misi Anggota selatan - Barat jika digabung maka kedua daerah misi ini memiliki 3.536 gereja dan perkumpulan dengan keanggotaan sebanyak 448.554 jiwa.

>Angola mempunyai populasi sebanyak 39 juta, itu berarti di antara 58 penduduk ada 1 orang Advent.

>Angola mempunyai tiga fasilitas medis. Sebuah klinik gigi yang terletak di Angola Utara Rumah sakit Misi Bongo dan Klinik serta Apotek Quicuco yang terletak di Angola Selatan.

>Anggota-anggota gereja juga mengelola atau menjalankan sebuah Pusat Pelayanan Buku Advent sekolah korespondensi Alkitab dan sebuah Percetakan yang berada di Angola.



Tips Cerita

>Saksikan Paulo di tautan : bit.ly/Paulo-Pinto

>Temukan foto-foto untuk kisah ini di tautan bit.ly/fb-mq 
mana pada saat itu masyarakat sangat lemah dalam hal pengenalan akan Tuhan.
kami tidak mempunyai banyak informasi tentang Tuhan dan Alkitab," ucap Paulo. "Pertama kali saya membaca Alkitab secara keseluruhan adalah ketika saya berada di Solusi' ia juga belajar bahwa Tuhan mempunyai kasih yang istimewa bagi orang-orang asing  Ia katakan bahwa mahasiswa asing menerima perlakuan yang istimewa di Solusi "Kadangkala para dosen datang ke kamar kamar kami mengunjung. kami dan mendoakan kami' kata paulo ‘kadang kala ada orang orang yang tidak kami kenal memberikan kami makanan  secara gratis"

Paulo melihat bahwa Solusi merupakan penggenapan perintah Tuhan di dalam imamat 23:22 yang menyatakan "Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu janganlah kau sabit ladangmu habis-habis sampai  ke tepinya dan janganlah kau pungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing Aku-lah TUHAN Allahmu"

Sepupu tertua yang berada di Angola membantu membayar kan biaya kuliah untuk beberapa saat Namun pada saat sepupu itu meninggal dunia, seorang anggota gereja orang Angola menjadi sponsor untuk satu semester Sekarang, seorang ibu orang Angola yang merupakan tamatan dan Solusi membiayai seluruh biaya kuliah hingga selesai.

di Solusi. paulo bergaul dengan mahasiswa orang-orang Angola yang tinggal di Zambia Uganda dan juga Filipina. dan mereka secara berkala mengoordinasikan upaya Rohani melaksanakan sebuah kebaktian kebangunan Rohani nanti setelah wisuda Paulo juga senang membagikan pengetahuan yang baru tentang Tuhan kepada keluarganya Permohonan doa Paulo adalah hanya untuk angola sebuah negara dengan penduduk sebanyak 29 juta jiwa. dengan hampir 176.000 anggota gereja Advent.

Kita Tidak akan mencoba untuk menobatkan semua orang," kata Paulo "Matius 24 :14 berkata Dan injil kerajaan ini akan diberitakan ke seluruh dunia menjadi' kesaksian bagi semua bangsa sesudah itu barulah tiba kesudahannya" jadi kita perlu mengkhotbahkan  injil itu sebagai kesaksian kepada semua orang agar mereka mengenal Yesus Kristus—kemudian Yesus akan datang.

Sebagian dari Persembahan Sabat ketiga Belas di tahun 2015 telah dikirim  ke Universitas Solusi untuk memperbesar dua kali lipat ruangan makan untuk 1.000 tempat duduk Terima kasih untuk persembahan misi yang Anda telah berikan sehingga memungkinkan sekolah Advent seperti Solusi untuk mempersiapkan banyak orang bersedia mewartakan bahwa Yesus segera datang.

Oleh: Andrew McChesny