Berita Mission 17 Maret 2018-Menjahit untuk Yesus#halaman3


bekerja pada hari Minggu. Banyaknya pengunjung di pusat perbelanjaan tempat tokonya berada membuat mereka sulit mencari parkir pada hari Sabtu, tapi tempat tersebut cukup lengang di hari, Minggu. "Penjualan saya meningkat," kata Mavis. "Banyak orang yang biasa datang pada hari biasa atau di hari Sabtu merasa lebih nyaman untuk datang di hari Minggu. Mereka senang karena tidak perlu repot mencari tempat parkir."

Bahkan yang lebih penting daripada uang, kata Marvis, adalah kenyataan bahwa ia memiliki sebuah keluarga baru di gereja, Ia akan terus mengenang sambutan hangat yang diterimanya saat pertama kali ia datang ke gereja pada hari Sabat.

"Seolah-olah sebuah pintu gerbang dibukakan," katanya.

"Setiap orang mengerubungi saya. Saya tidak percaya orang begitu mengasihi dan baik. Saya tak pernah sebahagia itu dalam hidup saya."

Belakangan, Mavis yang kini berusia 66 tahun, juga berdoa bersama stafnya sebelum membuka toko setiap pagi,Iamemohon kepada Tuhan untuk memberkati para pelanggan dan memberikan staf toko kekuatan dan rasa
saling mengasihi satu sama lain, Ia mengatakan bahwa biasanya para pegawainya suka berdebat dan bersaing, tapi sekarang perasaan damai dan kesatuan hadir melingkupi bisnisnya.

Ia juga mengundang para pegawainya untuk menghadiri sebuah kelompok kecil belajar Alkitab, dan saat ini satu dari mereka sedang mempersiapkan diri untuk dibaptis.

Ketika ditanya apa nasihatnya untuk para pengusaha yang sedang berpikir bagaimana memelihara Sabat, ia berkata:"Anda tidak akan kehilangan apa-apa. Anda hanya akan mendapatkan ketika Anda memberikan semuanya kepada Tuhan."

Ayat Alkitab kesukaannya adalah Filipi 4:13, yang berbunyi: "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.""Tujukan pandanganmu kepada Yesus karena Dia adalah sumber kehidupan," katanya. "Tanpa Dia, Anda tidak memiliki apa-apa. Bersama Dia, Anda dapat melakukan apa saja."






Saksikan video YouTube singkat tentang mavis di tautan: bit.ly/ mavis-spencer.

Komentar