Berita Mission 17 Maret 2018-Menjahit Untuk Yesus#/halaman1


Mavis Burrell Spencer tidak yakin apa yang harus dilakukannya terhadap usaha menjahit milik suaminya ketika suaminya itu meninggal sepuluh tahun yang lalu.

Suaminya telah mendirikan tiga buah toko penjahit yang berkembang di Jamaika, termasuk sebuah toko utama dengan 25 orang karyawan di sebuah pusat perbelanjaan di ibukota pulau itu, Kingston.

Mavis menemukan dirinya berada pada keadaan yang sulit untuk mengambil keputusan, dan pada , akhirnya ia memutuskan untuk menjalankan bisnis itu sendiri.

Sepuluh tahun kemudian, Mavis kembali berada dalam keadaan yang sulit untuk mengambil keputusan. Ia ingin dibaptis di gereja
Advent, sementara Sabtu adalah hari kerjanya yang paling sibuk,Ia berdoa dengan sungguh-sungguh untuk mengetahui apa yang harus dilakukan.

Mavis yang sebelumnya merupakan anggota jemaat yang tidak terlalu rajin di sebuah gereja hari Minggu, mendengar tentang Sabat hari ketujuh pertama kali dari seorang teman Advent. Tetapi ia tidak mengetahui bahwa Hukum Keempat "Ingatlah dan Kuduskanlah hari Sabat" berlaku untuk semua orang Kristen.







Hal itu berubah ketika seorang teman keluarga mengundangnya untuk ikut dalam sebuah pelajaran Alkitab mingguan. Teman itu, seorang pria Advent yang memiliki sebuah bisnis, telah berdoa secara teratur bersama suami Mavis sebelum ia meninggal, dan Mavis telah menolak tawarannya dahulu untuk pergi ke gereja Advent, dengan mengatakan bahwa ia terlalu sibuk. Tapi kemudian ia mengundang Mavis untuk menghadiri sebuah kelompok kecil belajar Alkitab dan meneleponnya setiap minggu un-


Komentar