Berita Mission 30 Desember 2017-Program Sabat Ketiga Belas#Halaman1


Peserta: Satu orang narator dan dua orang pembaca

Narator: Triwulan ini kita akan menjumpai orang yang ada di Divisi Euro Asia, sebuah ladang penginjilan yang meliputi hampir separuh dari keliling dunia, melintasi dua benua, dan membentang dari daerah dekat kutub utara hingga ke lembah pegunungan dan padang subur di Asia Tengah. Tantangan yang dijumpai sama besarnya dengan luas wilayah ini.

Saat ini kita akan menyajikan kisah tentang sebuah keluarga. Namun, ketika Anda mendengarkan bagaimana Tuhan memimpin mereka, ingatlah bahwa Ia juga telah memimpin Anda dan bayangkan betapa Ia telah memimpin jutaan orang di Divisi Euro Asia. Dan sambil memikirkan hal ini, mintalah petunjuk kepada Tuhan bagaimana cara Anda membantu penyebaran Injil di wilayah ini seperti halnya di kampung halaman Anda.

Anjila: Nama saya Anjila, saya berusia 18 tahun, dan saya tinggal bersama kedua orang tua saya serta seorang adik laki-laki berusia 14 tahun di sebuah kota kecil di Moldova bagian utara. Ini adalah ayah saya, Dmitry. Ia biasa marah-marah sepanjang waktu.

Dmitry: Selamat pagi. Saya terlatih sebagai seorang guru musik. Tetapi saya tidak mendapatkan pekerjaan sebagai guru, itulah sebabnya saya berkerja sebagai seorang penjaga di sebuah danau milik swasta. Pekerjaan saya adalah memberi makan ikan dan mencegah orang yang hendak memancing di sana.

Anjila: Ketika saya berusia 12 tahun, seorang wanita Advent mendatangi rumah kami dan mengundang saya dan adik saya yang
berusia 8 tahun untuk datang ke gereja. Ibu membawa kami ke gereja setiap hari Sabat selama kira-kira satu tahun. Tetapi kakek dan nenek saya—orang tua dari ayah saya— tidak menyukai hal itu. Mereka berkata: "Orang menertawai kita. Ini memalukan!"

Ibu mengajak ayah untuk pergi ke gereja bersama kami, tetapi ia menolak karena takut kepada orang tuanya, Ia memberikan alasan begini:

Dmitry: Banyak yang harus kukerjakan. Ayah tidak punya waktu untuk Tuhan. Ayah mungkin akan punya waktu untuk Tuhan dan gereja setelah selesai memperbaiki rumah kita.

Anjila: Itu adalah akhir dari diskusi. Akhirnya ayah jemu mendengar percakapan tentang gereja. Tak seorang pun diizinkannya lagi pergi ke gereja.

Wanita yang pernah mengundang kami ke gereja terus mengunjungi kami dan mengundang kami kembali, tetapi kami tidak kunjung datang.







Setelah beberapa bulan, ayah selesai memperbaiki rumah. Katanya:

Dmitry: Akhirnya, saya memiliki waktu luang.

Anjila: Tapi ia tidak memiliki waktu untuk Tuhan, ia tidak memenuhi janjinya untuk pergi ke gereja.

Ke Halaman 1

Ke Halaman 2

Ke Halaman 3

Komentar