Berita Misi GMAHK 4 November 2017-Tiga Mukjizat di Rumah Sakit#halaman2


kali ini mereka tidak menemukan sesuatu yang salah. Saya sehat!"

Betapa leganya! Saya berterima kasih kepada Tuhan di sepanjang minggu itu. Namun, pada hari Sabtu pagi, saya bekerja seperti biasa. Sebuah pertentangan muncul di dalam diri saya. Saya merasa telah melanggar perintah Tuhan dengan bekerja pada hari Sabtu, padahal Tuhan baru saja menyelamatkan hidup kakak saya.

Akhirnya saya meninggalkan apa yang sedang saya kerjakan dan pergi kegereja Advent—dan tiba tepat pada acara Sekolah Sabat. Pikiran saya segera menjadi tenang. Saya menyadari bahwa saya telah pulang ke rumah. Hari itu saya serahkan hati saya kepada Yesus.

Mukjizat Kedua

Empat tahun berlalu. Pada tahun 2015, ibu saya yang sudah tua mengalami stroke. Kakak-kakak saya dan saya bergegas ke rumah sakit dan mendapatinya terbaring sambil menatap kosong ke arah kami. Wanita yang kuat ini, seorang Advent yang telah membesarkan empat anaknya, tidak dapat melakukan apa-apa selain menatap kami dengan pandangan hampa.

Kami mendoakan ibu selama dua minggu. Perlahan ia menampakkan kemajuan, tetapi masih lumpuh. Akhirnya, kami membawanya pulang.

Pada suatu hari, seminggu setelah ia pulang kerumah, ibu tiba-tiba bangkit berdiri dan mulai berjalan. Cicitnya yang berusia sembilan tahun melompat-lompat dengan gembira melihat apa yang terjadi. 'Mari kita bersyukur kepada Tuhan!" Katanya.


Fakta Terkini

> Rostov-on-Don adalah kota pelabuhan yang besar di sisi Sungai Don. Pada abad ke sembilan belas, pelabuhan Ini merupakan pusat lalulintas perdagangan di Rusia bagian selatan, khususnya untuk ekspor gandum, kayu, dan biji besi.
> Oleh karena lokasinya dan perannya sebagai pusat lalu lintas utama, ada yang menyebut Rostov-on-Don sebagai 'Pintu Gerbang ke Kaukasus."
> Daerah di sekitar Rostov-on-Don menghasilkan sepertiga dari minyak bunga matahari yang dihasilkan Rusia.
Advertisements






Dan kami pun melakukannya.

Kemudian di tahun 2016, ayah saya yang berusia 79 tahun menderita luka parah karena kecelakaan lalu lintas di kota lain. Sebuah bus menabraknya saat ia bersepeda, dan ia segera dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Ayah adalah seorang ateis yang menceraikan ibu saya ketika saya berusia 13 tahun dan kemudian menikah lagi dengan orang lain, Ia berhenti menghubungi saya ketika saya mengatakan bahwa saya pergi ke gereja, dan ia membuang semua DVD khotbah dan film Kristiani yang saya kirim lewat pos. Dua minggu sebelum kecelakaan Ku,


#mohon dibantu share sangat membantu untuk menjangkau saudara yang tidak dapat Berita Misi GMAHK.


Berita Misi 11 November 2017 

Komentar