Sekolah Sabat Pelajaran 1 # *30 September - 6 Oktober


RASUL PAULUS DI ROMA 
#30 September

SABAT PETANG

Untuk Pelajaran Pekan Ini, Bacalah: Rm. 15:20-27; Kis. 28:17-31; Flp. 1:12; Rm. 1:7; Ef. 1; Rm. 15:14.

Ayat Hafalan: "Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia" (Roma 1:8).

Adalah penting bagi pelajar kitab Roma untuk mengerti latar belakang sejarah kitab ini. Konteks selalu penting ketika kita berusaha untuk memahami Firman Allah. Kita perlu mengetahui dan memahami isu-isu yang sedang dibahas. Paulus menulis kepada kelompok orang Kristen tertentu, pada waktu tertentu dan untuk alasan tertentu; dengan mengetahui lebih banyak tentang alasan tersebut akan sangat bermanfaat bagi pembelajaran kita.

Jadi, marilah kembali ke masa itu. Marilah kita membawa diri kita kembali ke Roma abad pertama, menjadi anggota jemaat di sana, dan kemudian, sebagai anggota gereja abad pertama, mari kita mendengarkan Paulus dan kata-kata yang diberikan oleh Roh Kudus kepadanya untuk disampaikan kepada orang-orang percaya di Roma.

Namun bagaimanapun pekabaran yang Paulus sampaikan dilokalisasi, prinsip-prinsip di belakang pekabaran tersebut—dalam hal ini adalah pertanyaan bagaimana seorang dapat diselamatkan?—adalah universal. Benar, Paulus berbicara kepada, kelompok tertentu; dan benar, ia memiliki pekabaran tertentu dalam pikirannya ketika ia menulis surat itu. Tetapi seperti yang kita ketahui, berabad-abad kemudian dalam waktu dan konteks yang sama sekali berbeda, kata-kata yang ia tulis relevan kepada Martin Luther sebagaimana kepada Paulus ketika pertama kali menulisnya. Dan itu juga relevan kepada kita saat ini.

*Pelajarilah pelajaran pekan ini sebagai persiapan untuk Sabat, 7 Oktober
30 SEP 1 Okt 2 Okt 3 Okt 4 Okt 5 Okt 6 Okt



Surat Rasul Paulus
#1 Oktober

Roma 16:1, 2 menunjukkan bahwa Paulus mungkin menulis kitab Roma di salah satu kota di Yunani yaitu Kengkrea, yang berada dekat Korintus. Paulus menyebut Febe, warga kota Korintus, membuktikan bahwa tempat itu kemungkinan sebagai latar belakang penulisan kitab Roma.

Salah satu tujuan menetapkan kota asal mula penulisan surat Perjanjian Bara adalah untuk memastikan tanggal penulisannya. Karena Paulus banyak mengadakan perjalanan, maka dengan mengetahui posisinya pada waktu yang tertentu memberikan kepada kita petunjuk penanggalannya.

Paulus mendirikan gereja di Korintus pada saat perjalanan misionarisnya yang kedua, 49-52 TM (lihat Kis. 18:1-18). Pada' perjalanannya yang ketiga, 53-58 TM dia kembali mengunjungi Yunani (Kis. 20:2, 3) dan menerima persembahan untuk orang-orang kudus di Yerusalem menjelang akhir perjalanannya (Rm. 15:25, 26). Oleh karena itu Surat Roma kemungkinan ditulis pada permulaan tahun 58 TM.

Gereja penting lainnya manakah yang dikunjungi oleh Paulus pada perjalanan misionarisnya yang ketiga? Kis. 18:23.

Saat mengunjungi gereja di Galatia, Paulus'menemukan bahwa selama ketidakhadirannya, guru-guru palsu telah meyakinkan para anggota untuk tunduk kepada sunat dan memelihara hukum Musa. Khawatir lawan-lawannya mungkin tiba di Roma sebelum ia tiba, Paulus menulis sebuah surat (kitab Roma) untuk mencegah kejadian yang sama terjadi di Roma. Dipercaya bahwa surat ke Galatia juga ditulis dari Korintus selama tiga bulan keberadaan Paulus di sana dalam perjalanan misionarisnya yang ketiga, mungkin tak lama setelah kedatangannya.

“Dalam surat kirimannya kepada orang-orang Roma, Paulus mengemukakan prinsip-prinsip Injil yang agung itu. Ia menyatakan kedudukannya atas pertanyaan-pertanyaan yang menghasut kaum Yahudi dan gereja kafir, serta menunjukkan bahwa pengharapan dan janji-janji yang dikhususkan kepada bangsa Yahudi kini diberikan juga kepada orang-orang kafir.”— Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 314.

Seperti yang kita katakan, bahwa dalam mempelajari kitab apa pun dalam Alkitab, penting untuk mengetahui mengapa hal itu ditulis; yaitu, dalam situasi apa surat itu ditulis. Oleh karena itu, penting untuk kita pahami tentang surat kepada Jemaat Roma untuk mengetahui pertanyaan-pertanyaan apa saja yang mengganggu dalam gereja Yahudi dan bukan Yahudi. Pelajaran pekan depan akan membahas pertanyaan-pertanyaan ini.

Jenis masalah apakah yang sedang mengganggu gereja Anda saat ini? Apakah ancaman tersebut lebih banyak dari luar atau dari dalam gereja? Apakah peran Anda dalam permasalahan ini? Seberapa seringkah Anda berhenti mempertanyakan peran Anda, posisi Anda, dan sikap Anda dalam pergumulan apa pun yang Anda hadapi? Mengapakah pemeriksaan diri seperti ini penting?



Kerinduan Paulus untuk Mengunjungi Roma
#2 Oktober

Tidak ada yang keberatan bahwa sentuhan pribadi adalah cara komunikasi terbaik dalam banyak hal. Kita dapat menelepon, surel, SMS, bahkan Skype; tetapi tatap muka, bersentuhan secara fisik, adalah cara komunikasi terbaik. Itulah sebabnya Paulus menyatakan dalam suratnya kepada jemaat di Roma bahwa ia bermaksud untuk melihat mereka secara pribadi. Ia ingin mereka tahu bahwa ia akan datang, dan mengapa ia datang.

Bacalah Roma 15:20-27. Alasan-alasan apakah yang Paulus berikan karena tidak mengunjungi Roma sebelumnya? Apakah yang membuat ia memutuskan untuk datang? Bagaimanakah pentingnya misi bagi Paulus dalam alasannya? Apakah yang dapat kita pelajari tentang misi dan bersaksi dari kata-kata Paulus di sini? Apakah hal menarik dan penting yang Paulus katakan dalam Roma 15:27 tentang bangsa Yahudi dan bukan Yahudi?

Sang misionaris besar kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi terus-menerus merasa terdorong untuk membawa Injil ke daerah-daerah baru, meninggalkan orang lain untuk bekerja di tempat-tempat di mana Injil sudah diberitakan. Pada hari-hari di mana Kekristenan masih baru dan para pekerja masih sedikit, adalah sesuatu yang membuang tenaga misionaris yang berharga bagi Paulus jika bekerja di daerah-daerah yang telah dimasuki. Dia berkata, “Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain,” sehingga “Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia... akan mengertinya” (Roma 15:20, 21).

Bukanlah tujuan Paulus untuk menetap di Roma. Tujuannya adalah untuk menginjil ke Spanyol. Ia berharap mendapatkan dukungan dari orang Kristen di Roma untuk pekerjaannya ini.

Prinsip penting apakah yang dapat kita ambil mengenai seluruh pertanyaan tentang misi, dari fakta bahwa Paulus meminta bantuan dari gereja yang telah berdiri untuk menginjili daerah yang baru?

Bacalah kembali Roma 15:20-27. Perhatikan betapa besarnya kerinduan Paulus untuk menggembalakan dan melayani. Apakah yang memotivasi Anda dan tindakan Anda? Seberapa besarkah Anda memiliki hati untuk melayani?



Paulus di Roma
#3 Oktober

“Sekarang ketika kami tiba di Roma, panglima menyerahkan para tahanan kepada kepala pengawal; tetapi Paulus dibiarkan tinggal dalam rumah sendiri bersama seorang prajurit yang mengawalnya” (Kis. 28:16). Apakah yang dikatakan ayat ini tentang bagaimana Paulus akhirnya tiba di Roma? Pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari hal ini tentang hal-hal yang tidak diharapkan dan tidak diinginkan yang sering kali terjadi kepada kita?

Ya, Paulus akhirnya sampai di Roma, meskipun dia sebagai seorang tahanan. Betapa sering rencana-rencana kita tidak terjadi seperti yang kita pikirkan dan harapkan, meskipun telah dirancang dengan niat yang sangat baik.

Paulus tiba di Yerusalem pada akhir perjalanan misionarisnya yang ketiga dengan membawa persembahan untuk orang miskin yang telah ia kumpulkan dari jemaat-jemaat di Eropa dan Asia Kecil. Tetapi kejadian yang tak terduga menantinya. Ia ditangkap dan dirantai. Setelah dipenjara selama dua tahun di Kaisarea, ia memohon kepada Kaisar. Tiga tahun setelah penangkapannya, dia tiba di Roma, mungkin tidak dengan cara yang ia harapkan seperti ketika ia menulis surat kepada jemaat di Roma beberapa tahun sebelumnya tentang kerinduannya untuk mengunjungi gereja di sana.

Apakah yang Kis. 28:17-31 katakan tentang keberadaan Paulus di Roma? Lebih penting, pelajaran apakah yang dapat kita pelajari darinya?

“Bukan oleh khotbah Paulus, tetapi oleh belenggunya, sehingga perhatian pengadilan itu tertarik kepada Kekristenan. Adalah sebagai suatu tawanan sehingga ia melepaskan dari begitu banyak jiwa ikatan-ikatan yang telah menahan mereka dalam perhambaan dosa. Ini belum seluruhnya. Ia menyatakan ‘Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berahi berkata kata tentang firman Allah dengan tidak takut’ Filipi 1:14” — Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 7, hlm, 391

Berapa kalikah Anda mengalami hal yang tidak diharapkan dalam hidup Anda yang pada akhirnya berbalik menjadi kebaikan? (Lihat Filipi 1:12.) Bagaimanakah Anda dapat dan harus memperoleh iman dari pengalaman-pengalaman tersebut untuk percaya kepada Allah untuk hal-hal yang tampaknya tidak baik?



“Orang-orang Kudus” di Roma
#4 Oktober

Berikut adalah salam dari Paulus kepada gereja di Roma: “Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus” (Roma 1:7). Prinsip kebenaran, teologi, dan iman apakah yang dapat kita ambil dari firman ini?

Yang dikasihi Allah. Meskipun benar bahwa Allah mengasihi dunia, dalam arti khusus Allah mengasihi mereka yang telah memilih Dia, mereka yang telah merespons kasih-Nya.

Kita melihat ini dalam ruang lingkup manusia. Dengan cara yang khusus kita mengasihi orang-orang yang mengasihi kita, dengan mereka ada saling mengasihi. Kasih menuntut respons. Ketika respons tidak kunjung datang, kasih terbatas dalam ekspresinya yang paling penuh.

Dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus. Dalam beberapa terjemah-an kata “dijadikan” adalah dalam huruf miring, yang berarti bahwa para penerjemah telah menambahkan kata tersebut. Tetapi kata ini jika dibuang maka akan kehilangan makna yang utuh. Ketika kata ini dihilangkan maka kita akan mendapatkan ayat tersebut sebagai berikut, “dipanggil kudus” yaitu, “ditunjuk orang-orang kudus.”

Orang-orang kudus diterjemahkan dari bahasa Yunani hagioi, yang secara harfiah berarti “orang-orang kudus.” Kudus berarti “dipersembahkan.” Seorang kudus adalah seorang yang telah “diasingkan” oleh Allah. Dia mungkin masih memiliki jalan panjang dalam pengudusan, tetapi kenyataan bahwa orang ini telah menerima Kristus sebagai Tuhan telah menyatakan dia sebagai orang kudus, dalam istilah pengertian Alkitab.

Paulus berkata bahwa mereka “dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus.” Apakah ini berarti bahwa beberapa orang tidak dipanggil? Bagaimanakah Ef. 1:4; Ibr. 2:9; dan 2 Ptr. 3:9 menolong kita mengerti apakah yang dimaksud oleh Paulus?

Kabar besar Injil adalah bahwa kematian Kristus adalah universal; itu untuk semua umat manusia. Semua telah dipanggil untuk diselamatkan di dalam Dia, “dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus” bahkan sebelum dunia dijadikan. Keinginan Allah yang sesungguhnya adalah agar semua manusia menemukan keselamatan di dalam Yesus. Api neraka dimaksudkan hanya untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya (Matius 25:41). Beberapa orang tidak menerima untuk diri mereka sendiri apa yang sudah ditawarkan, tidak menerima lagi keajaiban anugerah, lebih daripada seseorang yang mogok makan di sebuah pusat perbelanjaan dan tidak menerima karunia indah yang ada di sana.

Bahkan sebelum dunia dijadikan, Allah telah memanggil Anda untuk memiliki keselamatan di dalam Dia. Mengapa Anda tidak seharusnya membiarkan apa pun, apa pun juga, untuk menahan diri Anda dari mengindahkan panggilan itu?


30 SEP 1 Okt 2 Okt 3 Okt 4 Okt 5 Okt 6 Okt


Orang-orang Percaya di Roma
#5 Oktober

“Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia (Roma 1:8).

Tidak diketahui bagaimana jemaat di Roma didirikan. Tradisi bahwa gereja itu didirikan oleh Petrus atau Paulus adalah tanpa dasar sejarah. Kemungkinan kaum awam yang mendirikannya, orang-orang yang bertobat pada Hari Pentakosta di Yerusalem (Kisah Para Rasul 2) yang kemudian mengunjungi atau pindah ke Roma. Atau kemungkinan orang-orang percaya pada periode berikut yang pindah ke Roma menyaksikan iman mereka di ibu kota dunia saat itu

Hal ini mengejutkan bahwa hanya dalam beberapa dekade dari hari Pentakosta, satu jemaat yang tampaknya tidak pernah menerima kunjungan rasul menjadi begitu dikenal secara luas. “Meskipun berlawanan, dua puluh tahun setelah penyaliban Kristus, terdapat satu jemaat yang hidup dan bersungguh-sungguh di Roma. Jemaat ini kuat dan bersemangat, dan Tuhan turut bekerja untuk jemaat itu.”—Ellen G. White Comments, The SDA Bible Commentary, jld. 6, hlm. 1067.

“Iman” di sini mungkin mencakup pengertian kesetiaan yang lebih luas; yaitu, kesetiaan kepada cara hidup baru yang mereka telah temukan di dalam Kristus.

Bacalah Roma 15:14. Bagaimanakah Paulus menggambarkan jemaat di Roma?

Berikut ini adalah beberapa hal yang Paulus pilih sebagai catatan penting dari pengalaman Kekristenan jemaat di Roma;

1. “Penuh dengan kebaikan.” Apakah orang-orang akan mengatakan hal ini dari pengalaman kita? Saat mereka berhubungan dengan kita, apakah kelimpahan kebaikan dalam diri kita menarik perhatian mereka?

2. “Penuh dengan segala pengetahuan.” Alkitab berulang kali menekankan pentingnya pencerahan, informasi, dan pengetahuan. Orang Kristen harus mempelajari Alkitab dan memiliki pengetahuan luas tentang ajaran-ajarannya. “Firman yang mengatakan, ‘Hati yang baru juga akan Aku berikan kepadamu,’ berarti, ‘Pikiran yang baru akan Aku berikan kepadamu.’ Perubahan hati selalu dibarengi dengan keyakinan yang jelas tentang tanggung jawab orang Kristen, dan pemahaman tentang kebenaran.”—Ellen G. White, My Life Today, hlm. 24.

3. “Sanggup untuk saling menasihati.” Tidak ada seorang pun yang dapat berkembang secara rohani jika terisolasi dari komunitas orang percaya. Kita harus mampu menguatkan orang lain, pada saat yang sama, dikuatkan oleh orang lain.

Bagaimanakah dengan gereja lokal Anda? Reputasi seperti apakah yang dimilikinya? Atau, bahkan lebih penting, apakah gerejamu saling memiliki satu sama lain? Apakah yang jawaban Anda sampaikan kepada Anda tentang gereja lokal Anda? Lebih penting, jika diperlukan, bagaimana Anda bisa membantu memperbaiki situasi tersebut?



Pendalaman
#6 Oktober

Pendalaman: Bacalah buku Ellen G. White, “The Mysteries ofthe Bible hlm. 706, dalam Testimonies for the Church, jld. 5; "Keselamatan bagi Orang Yahudi, ” hlm. 313-321, dalam Alfa dan Omega jld. 7. Baca juga The SDA Bible Dictionary, hlm. 922; dan The SDA Bible Commentary, jld. 6, hlm. 467, 468.

“Keselamatan umat manusia bukanlah hasil dari pemikiran Ilahi yang muncul kemudian atau perbaikan yang dibuat karena sebuah kejadian yang tak terduga setelah dosa muncul. Sebaliknya, itu adalah rencana Ilahi untuk penebusan umat manusia yang telah dirancang sebelum dunia dijadikan (1 Kor. 2:7; Ef. 1:3, 14; 2 Tes. 2:13, 14) dan berakar dalam kasih Allah yang kekal untuk umat manusia (Yer. 31:3).

“Rencana ini meliputi kekekalan, sejarah saat ini, dan masa depan yang abadi. Ini mencakup realitas dan berkat saat dipilih dan ditakdirkan untuk menjadi umat Allah yang kudus dan menghasilkan keserupaan dengan Kristus, penebusan dan pengampunan, persatuan segala sesuatu di dalam Kristus, dimeteraikan oleh Roh Kudus, penerimaan warisan kekal, dan pemuliaan (Ef. 1:3-14). Pusat rencana itu adalah penderitaan dan kematian Yesus, yang bukanlah sebuah kebetulan dalam sejarah atau hasil keputusan manusia semata, tetapi berakar pada tujuan penebusan Allah (Kis. 4:27, 28). Yesus sesungguhnya adalah ‘Anak Domba yang disembelih sejak dunia dijadikan’ (Why. 13:8, KJV)."— The Handbook of Seventh-day Adventist Theology (Hagerstown, Md.: Review and Herald Publishing®, 2000), hlm. 275, 276.

Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan:

1. Di UKSS bicarakan tentang makna Reformasi Protestan. Pikirkan tentang pertanyaan ini secara khusus: Bagaimanakah berbedanya dunia kita saat ini tanpa Reformasi Protestan tersebut?

2. Pikirkan lebih banyak tentang gagasan bahwa kita dipanggil untuk memiliki keselamatan, bahkan sebelum dunia dijadikan (lihat juga Titus 1:1, 2; 2 Tim. 1:8, 9). Mengapakah kita seharusnya sangat bergembira mengetahui tentang hal ini? Apakah yang diberitahukan oleh hal ini kepada kita tentang kasih Allah bagi semua manusia? Kemudian, mengapakah adalah begitu tragis ketika orang berpaling dari apa yang ditawarkan kepada mereka dengan penuh anugerah?

3. Pikirkanlah pertanyaan pada akhir pelajaran hari Kamis. Bagaimanakah UKSS Anda dapat menolong mengembangkan reputasi gereja Anda, jika dibutuhkan?
30 SEP 1 Okt 2 Okt 3 Okt 4 Okt 5 Okt 6 Okt

Komentar