Berita Mission 16 September 2017-Ayah Wayward Menemukan Yesus


Vaishali adalah seorang siswa yang berusia 15 tahun di sekolah berasrama Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh India Selatan. (Mintakan seorang remaja putri untuk membawakan cerita misi ini).
Beberapa kenangan pertama saya adalah pada saat melihat ibu saya menangis ketika ayah saya secara brutal memukul ibu. Sangat menyedihkan, hal semacam ini sering terjadi.

Ayah saya adalah tukang jual sayur, tetapi ia sangat ketagihan untuk mabuk-mabukan dan selalu terkapar tidak sadarkan diri karena mabuk, itulah pengalaman hidup saya di masa kanak-kanak.

Pada saat saya berusia 8 tahun, tetangga memperkenalkan kami ke
pada seorang pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Pendeta berdoa kepada keluarga saya dan menceritakan kepada kami perihal Yesus. Pendeta mengatakan bahwa Yesus mampu untuk menolong mereka, mengangkat segala beban mereka. Pendeta mengatakan bahwa Yesus dapat memberikan penghiburan bagi yang remuk hatinya.

Perkataan-perkataan pendeta terdengar begitu indah di telinga ibu dan saya. Kami menyerahkan hidup kami kepada Yesus serta menerima pengampunan atas dosa-dosa kami. Kami bergabung dengan keluarga besar Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.

Meskipun, ayah saya, menolak untuk bergabung bersama kami, Ia selalu mabuk dan terus memukul ibu saya. Melihat bahwa saya telah rindu mengikut Yesus, maka ayah mulai mengarahkan kemarahannya juga kepada saya.

Luput dari Bahaya

Sifat marah dari ayah sangat memberi pengaruh buruk kepada saya. Saya tidak bisa fokus kepada semua pekerjaan rumah saya, jadi saya berhenti pergi ke sekolah selama tiga bulan, karena saya mencoba untuk lari jauh dari ayah.
Akhirnya, ibu saya membawa saya ke sebuah kota kecil beberapa mil jaraknya dari rumah ayah saya. Ibu menghendaki sebuah kehidupan yang baru bagi kehidupan kami berdua. Jadi, kami pindah ke rumah sahabat ibu.

Tetapi ayah saya dapat menemukan kami bahkan ia juga pindah dan tinggal dengan kami! Ia tinggal selama tiga hari sebelum sesuatu peristiwa buruk terjadi. Ayah mencuri barang pemilik rumah. Pada tengah malam, ia meninggalkan rumah dengan mencuri ember baja serta barang-barang lain untuk dijual dan membeli alkohol.

ibu saya kemudian membawa saya lebih jauh lagi sehingga ayah tidak mungkin menemukan kami lagi, Ia mengirim saya untuk tinggal dengan opa dan oma saya untuk beberapa waktu lamanya. Kemudian ibu mendapati sebuah Sekolah Menengah Pertama James Memorial yang ada di India Selatan Akhirnya memutuskan bahwa sekolah itu adalah tempat terbaik bagi saya, ia membawa saya ke sekolah ini untuk hidup dan belajar. Ibu bekerja sebagai tukang bersih-bersih lingkungan sekolah (janitor) untuk dapat membayar uang sekolah saya.

Sekolah ini benar-benar telah menolong pendidikan saya. Sekolah ini juga telah menambahkan pengetahuan saya tentang Tuhan. Sekarang saya telah berusia 15 tahun, dan saya sangat bahagia boleh tinggal di sekolah ini.



Berdoa untuk Ayah

Tetapi saya tidak bisa melupakan ayah saya. Setiap hari saya berdoa buat ayah agar dia dapat meninggalkan alkohol dan menyerahkan hidup-


 Pesan Misi
> Dari 243 siswa yang terdaftar di. Sekolah Menengah Pertama James Memorial yang tinggal di asrama. Ada kira-kira 100 siswa wanita tinggal diasrama mereka yang sudah usang, karena asrama itu dirantang dahulu hanya untuk beberapa orang saja. Di situ hanya terdapat lima kamar mandi, membuat mereka yang tinggal di situ menjadi sangat tidaknyaman.
> Bagian Persembahan Sabat Ketigabelas triwulan ini akan menolong membangun sebuah asrama baru yang diharapkan dapat menampung lebih banyak lagi siswa perempuan dengan suasana lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.
nya kepada Yesus. Kemudian setahun yang lalu sesuatu peristiwa yang paling ajaib pun terjadi! Ayah saya mengakui akan dosa-dosanya dan ia bertobat dari cara-cara hidup yang jahat, Ia berhenti mabuk, ia berhenti mencuri dan telah dibaptiskan. Dan sekarang ia adalah anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. ,


Saya senang sekali! Namun saya terus berdoa setiap hari agar ayah saya tidak akan minum alkohol lagi. Sekarang ayah telah menjadi manusia barut Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tetapi saya pastikan: Kehidupan tanpa Yesus adalah sebuah bencana. Hidup bersama Yesus memberikan damai dan kebahagiaan.




Saya sangat suka sekolah ini, di mana para orang muda seperti saya boleh belajar dan terus belajar secara bersama-sama. Beberapa dari sahabat saya ketika datang di sekolah ini adalah orang Advent, yang lain adalah Kristen tapi bukan Advent, ada juga beberapa yang tidak pernah mengenal Yesus. Tetapi kami tinggal dan belajar bersama-sama,dan banyak dari sahabat baru saya menemukan Yesus di sekolah ini. Itulah yang membuat saya bahagia.

Bagian dari Persembahan Sabat Ketiga belas triwulan ini akan menolong! untuk membangun asrama wanita di Sekolah Menengah Pertama James Memorial. Asrama yang ada sekarang telah sangat tua, dan kamar-kamar mandinya sudah tidak dapat menampung lagi 100 murid wanita yang tinggal di situ. Dengan adanya asrama yang baru nanti akan memungkinkan banyak siswa untuk tinggal dan belajar di sekolah itu. Mohon diingat sekolah ini dalam setiap doa dan melalui Persembahan Misi Sekolah Sabat Anda, Terima kasih.



Mohon dicantumkan SUMBER LINK (www.ceritamission.blogspot.com) ini apabila anda copy/paste pada Media Sosial  Terimakasih

Komentar