Berita Mission 26 Agustus 2017-Bagaimana Orang di Desa Itu Menerima Advent


Sabat yang lalu kita sudah mendengar tentang sebuah desa kecil di India Timur Laut yang mencoba untuk mengeluarkan enam keluarga Advent. Penduduk desa memberikan ancaman kematian bahkan dengan cara-cara kekerasan terhadap gereja Advent yang minoritas itu. Mereka bahkan telah melaporkan kepada polisi untuk menangkap orang Advent tetapi hanya dalam waktu yang singkat saja. Setelah anggota-anggota percaya itu dilepaskan dari penjara, pemerintah setempat meminta agar penduduk desa membiarkan anggota-anggota Advent itu tetap tinggal di desa itu. Tetapi cerita tidak berakhir sampai di situ.

Ketegangan berlanjut untuk beberapa bulan setelah penahanan terhadap tiga anggota jemaat Advent. Memuncak pada saat ada seorang yang sangat dihormati di desa tersebut bergabung dengan gereja Advent. Penduduk desa sangat khawatir bahwa keputusan yang dibuat oleh orang ini akan berdampak besar bagi penduduk lainnya. Mereka tidak suka kalau gereja Advent akan berkembang, oleh karena itu mereka melancarkan tuduhan palsu dengan mengatakan bahwa orang Advent itu sedang mempraktikkan ilmu-ilmu hitam.

Beberapa orang muda memanjat ke atas atap rumah seorang anggota Advent. Sambil mereka berteriak menghina kepercayaan Advent. Kemudian mereka robohkan bangunan tersebut. Bahkan mereka kemudian pergi kepada seorang yang sedang berada di kebun, dan mengambil hasil tuaian  dan dibawa pulang ke rumah mereka.

Kematian Menghantui Desa Itu

Tiba-tiba sesuatu yang sangat menakutkan terjadi. Beberapa orang muda yang melakukan tindakan kejahatan bagi orang Advent meninggal. Beberapa di antara mereka jatuh sakit. Seorang yang lain mengalami pendarahan dari hidung, kemudian meninggal.

Amunang, diakon gereja setempat sebagai saksi dari peristiwa tersebut, berkata: "Mereka yang telah menghancurkan rumah dan gereja Advent semuanya meninggal dalam waktu yang relatif singkat tanpa diketahui apa penyebabnya."

Perintah Militer

Peristiwa tak wajar juga terjadi di tahun itu. Desa itu mendapatkan perhatian para tentara yang membutuhkan bantuan untuk memberikan perbekalan. Hal semacam itu merupakan kebiasaan yang lumrah jika tentara meminta partisipasi penduduk desa untuk menolong mengantarkan makanan dan peralatan tertentu. Namun, permohonan bantuan dari tentara saat itu jatuh pada hari Sabat.

Dengan segera anggota-anggota Advent memohon kepada pemerintah setempat. Mereka menjelaskan bahwa hari Sabtu adalah Sabat hari ketujuh sesuai ajaran Alkitab, dan bahwa mereka tidak akan bekerja. Akan tetapi pemerintah tidak menghiraukan permohonan tersebut Tetapi mukjizat terjadi, tentara mengumumkan bahwa pekerjaan hari itu sudah diganti dari hari Sabtu ke hari Minggu.


Pengaturan ulang waktu itu benar-benar sangat mengejutkan bagi seluruh warga desa. Banyak warga desa mulai berbicara satu dengan yang lain: "Mungkin Tuhan telah menjawab doa-doa orang Advent."

Tragedi terjadi selama pekerjaan hari Minggu itu. Sementara warga desa mengangkut perbekalan menyebrangi jembatan, tiba-tiba jembatan itu mengalami retak di bawah kaki mereka. Beberapa warga terjerembab, tetapi anggota-anggota Advent luput dari bahaya itu.

Kembali warga desa bercerita satu dengan yang lainnya. Mereka mengakui bahwa mereka telah mencoba membuat orang Advent itu melanggar Sabat mereka. Mereka mulai berpikir bahwa Tuhan sangat baik bagi orang Advent. Berita itu pun tersebar luas di seluruh daerah, sejak saat itu tindakan-tindakan jahat kepada orang Advent berhenti.
Pemimpin-pemimpin gereja setempat dengan segera berkata bahwa mereka tidak percaya jika Tuhan penyebab dari semua kematian dan penderitaan. Tetapi sebaliknya mereka mengatakan bahwa Tuhan melindungi serta memberikan penghargaan bagi mereka yang tetap setia kepada-Nya. 

Sebuah Gereja yang Bertumbuh


jemaat setempat berkata bahwa ia tidak pernah meragukan bahwa Tuhan senantiasa memberkati umat-Nya yang setia kepada-Nya. "Saat ini gereja Advent semakin dikenal di tempat itu, dan penduduk desa sangat menghormatinya," lebih jauh lagi ia berkata. "Saya berharap bahwa sukacita di dalam Tuhan ini akan terus berkelanjutan tersebar luas dan memberkati masyarakat." Desa kecil ini dapat dijangkau dengan berkendara selama dua jam dari kota di mana Sekolah Advent Nagaland berada. Bagian dari Persembahan Sabat Ketiga belas triwulan ini akan menolong membangun asrama wanita di sekolah Advent tersebut sehingga anak-anak usia sekolah yang sedang tinggal di desa-desa dapat bersekolah di sekolah Advent sehingga dapat menerima berkat Tuhan bagi mereka yang mengasihi Dia dan menurut akan perintah-perintah-Nya. 
Fakta Terkini > Satu-satunya sekolah Advent dekat dengan desa ini adalah Sekolah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Nagaland di Dimapur, kota kabupaten terbesar, > Sekolah Advent Nagaland juga melayani taman kanak-kanak sampai kepada kelas 12. Didirikan tahun 2007, dan sekarang memiliki 205 siswa, > Kebanyakan siswa yang berada di daerah pedesaan telah siap untuk bersekolah di Sekolah Advent Nagaland. Saat ini, staf pengajar membawa lebih banyak siswa dengan menyiapkan akomodasi di rumah mereka Tetapi mereka tidak dapat menerima setiap permohonan siswa untuk tinggal di asrama. Dengan akan dibangunnya asrama di sekolah akan memungkinkan siswa-siswa dari pedesaan dapat menikmati kualitas pendidikan Kristen.



Mohon dicantumkan SUMBER LINK (www.ceritamission.blogspot.com) ini apabila anda copy/paste pada Media Sosial  Terimakasih

Komentar