Berita Mission 1 Juli 2017-Pusat Pelatian yang Baru di India


mengundang sahabat-sahabat bukan Advent untuk datang ke gereja.

Pusat pelatihan itu sendiri merupakan satu dari lima proyek yang akan mendapatkan bantuan dana melalui Persembahan Sabat Ketiga belas triwulan ini.

Nama dari pusat pelatihan itu adalah Pioneer Memorial Discipleship Training Center (Pusat Pelatihan Pemuridan Memorial Pelopor.

Nama ini disepakati setelah para misionaris Advent pertama yang pernah masuk ke India Tengah kira-kira 100 tahun yang lalu. Para misionaris tersebut tidak datang dari Amerika Serikat atau Eropa. Mereka adalah generasi pertama orang India asli. Merekalah yang telah meletakkan dasar pekerjaan Advent di India Tengah saat ini.

Pusat pelatihan itu akan terdiri dari sebuah aula besar, ruang-ruang seminar, sebuah tempat makan, dan ruang tamu. Terletak berdekatan dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Andhra bagian selatan. Pusat Latihan itu sendiri disediakan untuk anggota-anggota gereja di seluruh Divisi Asia Selatan.

Vara Prasad Jacob, Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh South Andhra Section, sangat bersemangat dengan pusat pelatihan ini. Ia mengatakan: "Selama ini, di seluruh divisi kami tidak mempunyai fasilitas pelatihan. Kami mempunyai beberapa perguruan tinggi, sekolah-sekolah, tetapi tidak memiliki pusat pelatihan."

Yang membuat dia lebih bersemangat adalah karena fasilitas ini akan diperlengkapi dengan sebuah ruangan pertemuan berkapasitas 1.000 tempat duduk, ruang tamu, serta tempat makan. Baru-baru ini, anggota gereja mengadakan pertemuan untuk acara pelatihan harus tinggal di hotel-hotel dan berjalan ke tempat pertemuan kemudian pergi lagi ke rumah-rumah makan, mengeluarkan biaya tambahan yang mahal untuk pertemuan besar seperti itu.

Adapun pembiayaan bangunan lantai satu dan dua dari pusat pelatihan itu telah disumbangkan oleh seorang donatur. Bagian dari donatur untuk bangunan dua lantai tersebut telah dijadwalkan akan selesai pada akhir triwulan ini.

Bagian dari Persembahan Sabat Ketiga belas akan menolong pembangunan lantai tiga, itu sudah termasuk ruang-ruang tamu dan penyelesaian pembangunan pusat pelatihan itu.

Anggaran pembangunan pusat pelatihan itu seluruhnya bernilai 50 juta rupee atau kira-kira 730.000 dolar AS atau 9,6 miliar rupiah.

Para pemimpin gereja mengatakan bahwa lokasi dari pusat pelatihan itu sangat ideal. South Andhra Section, meliputi 24 hektar bagian India yang sangat relatif terbuka bagi Kekristenan.

Para pemimpin gereja mengatakan bahwa ada banyak kegiatan penginjilan akan berjalan di wilayah ini. Sangat mudah untuk berkhot-

Fakta Terkini
>India dilihat dari ukuran wilayahnya, merupakan negara terbesar ketujuh, sepertiga ukuran luas dari Amerika Serikat Tetapi India menjadi rumah dari sekian banyak penduduk dibandingkan dengan negara lain kecuali Tiongkok, dengan kira-kira 1,3 miliar penduduk mereka.
>India memiliki 10.000 kota-kota besar, termasuk 50 kota dengan penduduk lebih dari satu juta. Namun masih banyak  juga masyarakat yang tetap tinggal di lebih dari 600 kota kecil atau di pedesaan,
>Meskipun pertumbuhan ekonomi India bertumbuh cepat, masih banyak masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Lebih dari setengah penduduk India tak dapat membaca dan menulis. Banyak penderitaan terjadi akibat penyakit dan kualitas makanan yang sangat buruk karena kemiskinan. 

bah di sini dibandingkan dengan tempat-tempat lain di India.

Tempat itu terletak kira-kira satu jam berkendara dari kota utama dan sangat mudah dijangkau melalui kendaraan bus, kereta dan juga pesawat terbang.

Gereja berencana untuk tetap membuka pusat pelatihan itu sepanjang tahun.




Keuntungan bagi Para Murid Sekolah

Barangkali anak-anak yang bersekolah di lokasi yang sama dengan pusat pelatihan ini akan menjadi yang paling sering di sambut di pusat pelatihan tersebut.

Sekolah Advent dengan 700 siswa itu tidak mempunyai gedung gereja yang cukup besar untuk menampung seluruh siswa tersebut.

Di gedung gereja yang ada saat ini, hanya memiliki 250 kursi saja. Sehingga 250 siswa lainnya harus berdesak-desakkan ke dalam gedung tempat makan di sekolah untuk beribadah pada setiap hari Sabat.

Pusat pelatihan itu akan dapat menampung seluruh siswa untuk beribadah bersama jika tempat tersebut tidak sedang digunakan untuk pertemuan pelatihan. Para siswa kemudian mengatakan bahwa akan lebih mudah untuk mengundang sahabat-sahabat bukan Advent ke aula besar itu.

John, siswa berusia 16 tahun yang sekarang duduk di kelas 10 mengatakan: "Saya ingin kita semua beribadah bersama."John bukanlah seorang Advent, Ia telah belajar tentang Tuhan dan Sabat di sekolah Advent, Ia adalah salah seorang dari 450 murid sekolah yang tinggal di asrama.

Setiap kali John pulang ke rumah, ia selalu menceritakan kepada ayahnya tentang apa yang sedang dipelajarinya di sekolah. Pada saat ia berada di kelas delapan, ayahnya mengambil keputusan untuk dibaptiskan. John sendiri telah dibaptis setahun kemudian.

John bukan satu-satunya siswa yang sangat merindukan untuk beribadah di pusat pelatihan yang baru ini. Siswa lain yang berusia tujuh belas tahun bernama Vinutna, sangat gemar bernyanyi.

Ia berkata bahwa gereja yang ada sekarang sangat kecil, menyebabkan pemimpin koor membatasi para siswa yang dapat bernyanyi bergabung dalam koor untuk hari Sabat yaitu hanya 35 anggota koor saja karena jika lebih, ruangan tidak mencukupi. Tetapi jika para siswa berkumpul di pusat pelatihan yang baru, akan lebih banyak lagi yang dapat memuliakan Tuhan dengan suara merdu mereka.

"Saya sangat gembira mengetahui bahwa sebuah ruangan pertemuan besar sedang dibangun," lebih lanjut ia mengatakan: "Kami akan sanggup memiliki koor yang lebih besar, bernyanyi dan memuji Tuhan pada hari Sabat."

Mohon diingat, pusat pelatihan Pioneer Memorial Discipleship Training Center di setiap doa dan juga melalui persembahan misi Sekolah Sabat Anda.