Saya bertelut dengan sedih dan malu. Saya dibesarkan untuk menguduskan Sabat hari ketujuh milik Tuhan, tapi ketika saya cukup dewasa untuk bekerja, semua majikan saya selalu meminta saya bekerja pada hari Sabtu. "Tuhan," saya berdoa, "saya ingin hanya fokus kepada-Mu pada hari Sabat. Bantulah saya menemukan pekerjaan yang membolehkan saya melayani-Mu."
"Keluar Sekarang!"
Dalam beberapa minggu setelah saya berdoa, pemilik rumah kontrakan menyuruh saya berkemas dan pergi dari sana. Saya memohon keringanan selama beberapa hari untuk membayar sewa, tapi ia bersikeras agar saya

sama-sama menumpang itu kuliah di sana. Ketika ia mengetahui bahwa saya,mengemudikan truk untuk mencari nafkah, ia bercerita kepada orangtuanya. "Mereka mungkin bisa membantu Anda mendapat pekerjaan di sana, " katanya penuh harap.
Sebuah Jawaban Doa
Dalam waktu singkat, Universitas Babcock mengundang saya untuk bekerja di sana. Saya sangat bersyukur. Tuhan tidak hanya memberikan saya tempat yang baik untuk tinggal, Dia juga memberikan saya kesempatan untuk melayani-Nya dengan pekerjaan yang saya sukai. Dia memberikan banyak hal kepada saya; saya ingin membalasnya.
Ketika saya pindah ke Universiatas Babcock, saya melihat banyak mahasiswa di kampus dan di sekitarnya yang belum menjadi Kristen. Saya ingin menjangkau mereka melalui sebuah pelayanan dan saya berdoa kepada Tuhan untuk menunjukkan apa yang Dia ingin saya lakukan.
Suatu hari saya sedang berbaring di bawah truk, memperbaiki sesuatu, saat saya sadari ada sepasang sepatu olahraga yang besar dekat kepala saya.
"Tuan Sylvanus, apakah Anda ingat saya?" Saya mendengar sebuah suara yang dalam. Saya keluar, dan melihat seorang muda yang tinggi dan besar. Saya

Tiba-tiba, saya mengingat seorang bocah laki-laki jangkung kurus yang dengan gugup mendekati saya untuk minta tolong, Ia sudah tumbuh besar sekarang dan memancarkan rasa percaya diri yang sama besarnya.
"Saya Butuh Bantuan"
"Saya datang untuk minta bantuan yang lain," katanya sambil menyeringai. "Kami mempunyai tim sepakbola di kampus yang akan mengikuti sebuah liga. Tapi ini lebih dari sekadar permainan. Ini adalah misi. Ini adalah satu dari proyek Pelayanan Pemuda Advent untuk menjangkau para mahasiswa non-Kristen di kampus dan sekitarnya. Kami membutuhkan seorang pelatih. Maukah Anda menolong kami?"
(Bersambung)...
