Berita Mission 10 Juni 2017-Satu-satunya Tempat


pelan ia mulai terbuka pada saya. "Teman-teman di sekolah mengatakan saya sombong dan tidak bisa bergaul," katanya.

"Apakah Anda pikir hal itu ada benarnya?" Saya bertanya.

"Tidak,"ia menjawab dengan sedih."Saya hanya sangat pemalu. Dan saya takut mengatakan sesuatu yang salah dan menyakiti hati orang."

"Saya rasa fakta bahwa Anda tidak mau menyakiti perasaan orang adalah alasan yang cukup untuk menyukai Anda," saya berkata.

"Tidak bagi mereka. Mereka pikir saya hanya mengada-ada."

"Baiklah, mungkin mereka tidak, tapi saya menyukai Anda,"saya menjawab. "Dan saya cukup yakin orang lain pun akan menyukai Anda, seperti apa adanya Anda."

Dengan berlalunya waktu, anak ini mulai menyadari bahwa tidak semua orang menyukai sikapnya, namun sikapnya itulah yang menjadikan siapa dirinya.

Ia menyadari bahwa ia tidak harus berubah agar disukai semua orang. Sungguh gembira melihat rasa percaya dirinya mulai tumbuh.

Anggota AYM kami juga dapat memberi semangat kepada orang lain. Pada suatu hari Sabat setelah kebaktian, kami mengadakan apa yang disebut Penginjilan Balon. Kami menuliskan janji-janji Alkitab pada balon-balon dan memberikannya kepada para pelajar. Beberapa pelajar mengatakan: "Keren! Janji Alkitab ini tepat seperti apa yang sedang saya butuhkan."
arga yang didasari atas kasih, dan kami melakukan yang terbaik untuk memperluas keluarga kami dengan cara membagikan kasih Tuhan kepada mereka yang belum pernah memiliki kesempatan untuk mengenal-Nya. Tetapi sebenarnya masih banyak lagi yang dapat kami lakukan.

Persembahan Sabat Ketigabelas triwulan ini akan membantu kami membangun sebuah pusat orang muda yang memiliki sebuah auditorium, sebuah gereja, dan tempat bagi kami untuk mengajarkan kerajinan dan ketrampilan praktis kepada mereka.

Impian saya adalah memiliki kelompok pengkotbah muda, sebuah klub di mana para Pathfinder dilatih untuk berbicara di muka umum dengan lancar dan percaya diri. Saya sangat senang karena kami akan dapat melakukan semuanya di fasilitas baru kami.

Saya agak khawatir saat memikirkan terpaan dan gangguan yang akan dihadapi anak-anak muda 10 tahun ke depan. Saya percaya, sangatlah penting memiliki sebuah tempat khusus untuk mengajar mereka tentang cara-cara hidup yang dikehendaki Tuhan dan mempersiapkan mereka dalam menghadapi apapun yang ditawarkan di masa depan.

Saya tidak dapat mengungkapkan betapa bersyukurnya kami bahwa Universitas Babcock yang akan menerima sebagian dari Persembahan Sabat Ketigabelas triwulan ini. Selama bertahun-tahun, kami berkesempatan untuk mendengarkan kisah-kisah misi tentang karya-karya yang dilakukan di seluruh dunia. Sangat menggembirakan jika kini saudara dan saudari kami di seluruh dunia yang akan mendengar kisah kami dan mengetahui bahwa kami, juga, sedang melakukan yang terbaik untuk memenuhi amanat agung Tuhan. Saya hanya ingin mengatakan banyak terima kasih!