Berita Mission 18 Februari 2017

Bergumul untuk Ruangan yang Lebih Baik

Giorgio Bella berangan-angan untuk melibatkan seluruh anggota gereja dan masyarakat. Sebagai salah satu dari dua relawan ADRA (Adventist Development and Relief Agency), pemimpin di Ragusa di Pulau Italia Sisilia, Giorgio dan wakilnya yaitu Carmela Cascone ingin berbuat lebih.

Terletak pada jarak yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Balai Kota Oslo—tempat Hadiah Nobel Perdamaian diberikan setiap tahun—Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Bethel di Ibukota Norwegia adalah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh tertua yang ada di Eropa.

"Perkembangan gereja Advent di Norwegia dimulai oleh Dane yang berasal dan Amerika," kata Pendeta Reidar Olsen, yaitu saat ini sebagai Pendeta Gereja Masehi Advent Haru Ketujuh Bethel. "John Gottlieb Matteson menjadi anggota Advent di Amerika Serikat, dan kemudian datang ke Norwegia dan Denmark. Dia menghabiskan beberapa tahun di sini dan mendirikan gereja di Oslo dan di tempat lain."

"Dia membeli properti—kemudian membangun gereja dan sanatorium. Ellen G. White mendapatkan penglihatan tentang tempat ini, dan ia mendorong pembelian properti." Pendeta Olsen menyatakan bahwa beberapa tahun kemudian, Ellen G. White mengunjungi gereja itu dan berkhotbah dari mimbar yang masih digunakan sampai saat ini.

Didirikan pada tahun 1879, gereja ini terletak di sebuah bangunan bersejarah yang pernah ditempati oleh percetakan Advent di Norwegia, Kurbadet (sanatorium), dan sekolah. Percetakan, sempat terletak di bangunan ruang bawah tanah, penerbitan dimulai pada tahun 1879, dan pekerjaan kesehatan dimulai pada tanggal 4 Juli 1898, ketika sebuah klinik dibuka oleh dua lulusan dari Battle Creek Sanatorium.

Fakta Terkini⇒Para pekerja Advent pertama yang datang ke Polandia adalah J. Laubhan dan H. Szkubowicz, pada tahun 1888.⇒Uni Konferens Polandia dibentuk pada tahun 1921 dan memiliki 117 gereja dan 5.800 anggota.⇒Saat ini. gereja Advent adalah denominasi Protestan terbesar keempat di Polandia.
Sementara Kurbadet besar tidak lagi beroperasi, tetap ada sebuah klinik medis di tempat itu. Percetakan terus melayani di Honefoss Selatan, sebuah kota 63 kilometer (39 mil) barat laut dari Oslo, dan memiliki program penginjilan literatur yang berkembang dengan para siswa dari berbagai negara yang berpartisipasi setiap liburan.

Kelompok Penjangkauan Keluar Selain menggunakan media cetak, Gereja Bethel di Oslo menjangkau masyarakat di sejumlah tempat dengan cara lain, seperti penyiaran radio dan sekolah memasak.

Pendeta Olsen menjabat sebagai Derektur Stasiun Radio milik gereja—Kanal 7 Oslo (FM 107,7). Stasiun siaran di seluruh kota Oslo dan memiliki setidaknya 2.000 pendengar aktif setiap hari. Selain penyiaran program Sekolah Sabat setiap minggu dan pelayanan gereja, stasiun ini menyediakan program belajar Alkitab dan program Alkitab lainnya, musik Kristen, kesaksian, dan berbagai program yang diproduksi oleh Hope Channel Norwegia. Setiap hari Jumat, Pendeta Olsen mengajak pendengar untuk menghadiri ibadah pada hari Sabat, dan beberapa telah datang ke gereja Advent karena undangan radionya.

Linn Helene Stoelen, ahli gizi dan anggota gereja yang aktif, memimpin di sekolah-sekolah memasak yang diselenggarakan di Bethel.

"Bersama majelis gereja, kami datang dengan visi yaitu supaya orang merasa diterima dan memiliki pengalaman persekutuan," kata Linn. "Kemudian sebagai gereja kami memutuskan lima tujuan untuk mencapai visi ini, dan kursus memasak vegetaris adalah salah satu dari program ini. Kami mengumumkan di gereja, di Facebook, dan di kantor medis, sehingga anggota gereja atau teman-teman mereka banyak yang hadir. Ketika Anda melakukan penjangkauan keluar hal yang yang terbaik adalah ketika orang mengundang teman-teman mereka.

'Kami memiliki perbedaan usia yang sangat membantu kami— muda dan tua, dan kewarganegaraan yang berbeda," katanya. "Kami ingin menciptakan lebih banyak pengikat antara budaya yang berbeda di dalam gereja kami. Setiap orang sangat bahagia dan puas. Banyak pekerjaan tapi menyenangkan!"

Dibutuhkan Ruangan yang Lebih Besar Lagi

Gereja Bethel bersemangat dan aktif, tidak hanya dengan anggota asli Norwegia, tapi dengan banyak imigran dari Eropa Timur, Amerika Latin, Afrika, dan Asia Tenggara, yaitu gereja telah menjadi bagian dari keluarganya. Gereja adalah juga rumah bagi beberapa orang muda, banyak dari mereka adalah mahasiswa di Oslo.

Saat ini, gereja membutuhkan ruang serba guna. Jadi "rencananya adalah untuk merenovasi ruang bawah tanah yang sangat bersejarah ini," kata Pendeta Olsen. "Ruang bawah tanah yang bersejarah," tentu saja, yaitu pernah ditempatkan mesin cetak tua pada tahun 1879. Saat ini, itu sangat membutuhkan perbaikan dan renovasi.

Ketika kami mengadakan perjamuan kudus, kami tidak memiliki ruang yang tepat untuk mencuci kaki," Pendeta Olsen melanjutkan.
“Kami juga sangat membutuhkan fasilitas dapur, dan tempat untuk kegiatan sosial, pertemuan doa, dan tempat bagi orang muda,'kata pendeta Olsen. "Mereka ingin memiliki semacam tempat hiburan untuk Sabtu malam dan untuk digunakan selama seminggu. Dan kami dapat mengadakan seminar kelompok kecil di sana juga."

Bagian dari Persembahan Sabat Ketigabelas akan membantu untuk merenovasi ruang bawah tanah bersejarah ini menjadi ruangan serba guna yang akan melayani kebutuhan pertumbuhan rohani orang muda dan gereja internasional ini di Oslo.

"Kami senang bahwa gereja sedunia bersedia untuk mendukung gereja ini," kata Pendeta Olsen. "Dan meskipun kami hidup di negara dengan ekonomi yang cukup baik, kami memiliki banyak siswa yang tidak mendapatkan banyak uang, dan kami memiliki banyak orang asing yang belum mampu memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. Dan kemudian kami memiliki banyak anggota lanjut usia yang tidak mampu memberikan banyak kontribusi." Terima kasih atas dukungan Anda melalui Persembahan Sabat Ketigabelas!