Berita Mission 30 Juli 2016-BERTOBAT SETELAH PEMAKAMAN


saya sangat senang,"kata Florence Kolok dari Juba. "Saya senang karena saya kehilangan pekerjaan saya! Jika saya tidak kehilangan pekerjaan saya, saya tidak akan menemukan Tuhan. Saya selalu sibuk sampai tidak ada waktu untuk apa pun. Di luar jam kerja saya masih harus menghadiri pertemuan atau melakukan perjalanan. Saya tidak punya waktu-untuk Alkitab atau berdoa. Dengan kehilangan pekerjaan, saya punya waktu untuk Tuhan— waktu untuk belajar dan berdoa.

"Florence, 60 tahun, adalah seorang janda dengan anak-anak yang sudah menikah. Ketika ia masih muda dia adalah seorang pengungsi di Kenya dan Uganda. Kemudian, ia belajar pendidikan dan Alkitab di sebuah Universitas Baptis dan menerima gelar di bidang pertanian dan gizi. Dia adalah seorang guru dan kemudian bekerja selama beberapa waktu lamanya pada Non Governmental Organizations (NGO), dan Catholic Relief Services sebagai ahli gizi.

Di Sudan Selatan ia mengajar gizi dan pendidikan kesehatan untuk perempuan serta bagaimana strategi untuk menghasilkan pendapatan. Dia mengajarkan kesehatan masyarakat dan bekerja untuk menjaga anak-anak. Pekerjaan terakhirnya adalah sebagai ketua untuk dana pembangunan dan pengembangan pemerintah Sudan Selatan. Kantor - ini ditutup pada tahun 2013, yang memungkinkan dirinya untuk menemukan waktu mengurangi kegiatan dan menemukan Tuhan.

Pertanyaan di Pemakaman

Suatu hari Florence menghadiri pemakaman dari seorang teman. Pendeta mengatakan kepada pelayat bahwa tidak perlu khawatir karena wanita itu di surga melihat mereka dan merasa kasihan pada mereka."Itu tidak sesuai dengan

Fakta Terkini- Sekitar 83 persen dari penduduk negara itu tinggal di tempat yang penyanggahnya merupakan bundaran tongkat dan juga adanya kumpulan lumpur terstruktur yang disebut "tukels". Tempat tinggal sederhana ini umumnya tidak memiliki jendela yang tinggi dan beratap.
- Nimule, taman nasional kecil tapi sangat memesona adalah rumah-bagi badak putih yang sekarang telah punah. Hari ini sejumlah besar kuda nil, kob Uganda, kerbau dan gajah tinggal di sini.
- Bayi yang lahir di Sudan Selatan pada tanggal 9 Juli—hari itu adalah hari kemerdekaan—seorang anak akan dinamai oleh orangtuanya"lndependen"untuk menghormati negara baru.

perasaan saya,"seingat Florence.

"Jika dia sudah berada dengan Yesus apakah gunanya Yesus datang lagi?" Florence pulang untuk mempelajari apa yang dikatakan Alkitab tentang kematian. Pada bulan Oktober 2014 dia membuat keputusan untuk belajar kebenaran. Dia memiliki sepupu yang merupakan anggota Advent tetapi dia mengatakan: "Saya selalu menganiaya dia dan mengatakan kepadanya bahwa ia dan keluarganya mempercayai agama kuno." Sementara Florence mempelajari Alkitab, rupanya. Tuhan menyentuh hatinya tentang kebenaran bagaimana keadaan orang mati sebagai-
mana jamahan tentang kebenaran hari Sabat.

Mengunjungi Gereja Advent

Dia memanggil sepupunya dan mengatakan kepadanya bahwa dia ingin datang ke gerejanya—jam berapakah acara dimulai? Sepupunya mengatakan bahwa mereka akan mengadakan perjalanan pada minggu itu dan menyuruhnya datang pada hari Sabat berikutnya. Tidak ingin menunda untuk menemukan jawaban atas pertanyaannya, ia mengatakan bahwa ia akan pergi ke gereja Advent pusat pada minggu itu, apakah sepupu.dan keluarganya ada di sana atau tidak! Sementara di gereja, Florence melihat iklan tentang pertemuan penginjilan yang akan datang. Dia bertekad untuk hadir.

Selama pertemuan, semua pertanyaan terjawab dan dia memutuskan untuk dibaptis bahkan sebelum pertemuan berakhir. Florence kini menjabat sebagai Direktur Pelayanan Wanita Advent di gerejanya.

Anak-anak Florence terbiasa pergi ke Gereja Pantekosta di mana keluarga mereka telah terdaftar sebagai anggota. Mereka bertanya bagaimana dia bisa menjadi begitu bingung sehingga bergabung dengan gereja Advent Tetapi setelah mereka mempelajari Alkitab, kedua anaknya juga dibaptis.

"Saya Memiliki Yesus dalam Hidup Saya"

"Saya berbeda dari kehidupan saya yang dahulu," kata Florence. "Saya dahulu sangat kasar. Saya '
menjawab orang dengan kasar. TetapiTuhan telah menenangkan hati saya dan teman-teman saya mengatakan bahwa saya sekarang berbeda. Saya mengatakan kepada mereka bahwa itu karena saya memiliki Yesus dalam hidup saya. Sekarang Alkitab adalah bacaan saya. Saya suka membaca buku-buku gereja seperti TheGreatHope dan The Desire ofAges.

Selain perubahannya dalam sikap dan watak, Florence juga telah mengalami perubahan besar dalam kesehatannya. Dia menderita diabetes dan merasa lemah sehingga kadang-kadang ia merasa akan pingsan. Sekarang dia merasa lebih muda dan kekuatannya pulih kembali. Florence meyakini ini sebagai pengetahuan barunya tentang Tuhan dan diet serta pola hidup yang sehat. Dia katakan bahwa dia pernah menjadi pecandu kopi, pecandu minuman keras di rumah dan di kantor. Dia biasa makan banyak daging, tetapi sekarang dia adalah vegetarian dan merasa jauh lebih baik. Untuk pertama kalinya dalam 15 tahun kadar gulanya berada di bawah batas.

Dokter Florence heran terhadap apa yang terjadi padanya. Dia mengatakan bahwa peningkatan kesehatannya terjadi karena dia seorang Kristen dan karena dia memakan makanan sehat dan minum banyak air. "Sekarang saya tahu yang sebenarnya!" la menyatakan kepada semua orang yang mau mendengar.

Pendeta Elia Ibrahim mengatakan bahwa gereja diberkati karena pengaruh Florence. Namun, setelah tahun 2014 mereka harus pindah tempat tinggal, sepertinya sulit untuk menemukan tempat beribadah di sebuah komunitas Katolik. "Orang di sini membutuhkan Firman Allah dan ini adalah kesempatan yang baik untuk memberitakan firman-Nya. Kami membutuhkan doa dari gereja sedunia supaya Allah akan memberikan kami kekuatan dan kemampuan."